M. Rizal Fadillah: Ikatan PDIP Dengan Jokowi Longgar
logo

30 Oktober 2020

M. Rizal Fadillah: Ikatan PDIP Dengan Jokowi Longgar

M. Rizal Fadillah: Ikatan PDIP Dengan Jokowi Longgar


GELORA.CO - Sebagai pemenang pemilu, PDI Perjuangan semestinya menjadi the ruling party, tapi kenyataannya tidak. Ini akibat dari sistem "koalisi" dan "sistem presidensial".

Demikian disampaikan pemerhati politik dan kebangsaan, M. Rizal Fadillah menanggapi dugaan ketidaknyamanan PDI Perjuangan dengan adanya porsi lebih kepada parpol lain dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Hal ini dipicu oleh pernyataan anggota DPR asal PDIP, Darmadi Durianto yang menyebuat ada kudeta merangkak di kabinet Jokowi.

Menurut Rizal Fadillah, ikatan yang longgar antara Jokowi dan PDIP dikarenakan sang Presiden bukan kader militan.

"Persoalan utama PDIP adalah Jokowi yang bukan kader partai. Hanya comotan yang dicoba diberi warna merah. Sebagai hiburan ya disebut petugas partai saja. Ikatan PDIP dan Jokowi itu longgar," sebut dia kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (30/10).

Ditambahkan Rizal Fadillah, sukses Jokowi menjadi Presiden bukan karena PDIP, tetapi pada banyak faktor. Di samping partai koalisi seperti Partai Golkar dan Partai Nasdem dan lainnya, juga kuatnya pengaruh faktor pendana alias cukong.

"Inilah yang mengakibatkan PDIP tidak menjadi penentu," pungkasnya.[rmol]