Jatam: 1 Ruas Jalan Nama Jokowi di UEA 'Ditukar' dengan 256 Ribu Ha di Kaltim
logo

23 Oktober 2020

Jatam: 1 Ruas Jalan Nama Jokowi di UEA 'Ditukar' dengan 256 Ribu Ha di Kaltim

Jatam: 1 Ruas Jalan Nama Jokowi di UEA 'Ditukar' dengan 256 Ribu Ha di Kaltim


GELORA.CO - Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Nasional Merah Johansyah mengatakan, 1 ruas jalan nama Presiden Joko Widodo Street di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab 'ditukar' dengan 256 ribu Ha di Kaltim.

“1 ruas jalan dikawasan bisnis utk plang nama Jokowi sementara 256 ribu ha atau empat kali luas Jakarta utk dinasti Uni Emirat Arab di Kaltim”, kata Merah, dikutip di akun Twitter pribadinya @Merah_Johasyah, Rabu (21/10/2020).

“Peragaan bisnis pasca omnibus Cilaka yg melindas buruh & lingkungan,” sambungnya sembari mengunggah tangkap layar Detik.com tentang dibalik nama jalan Jokowi di Emirat Arab dan Kompas.com tentang putra mahkota Abu Dhabi menjadi ketua dewan pengarah Ibu Kota Baru.

Merah juga menilai bahwa dalam Omnibus Law UU Cipta Kerja sebagai upaya menggadaikan sumber daya alam di Kaltim dengan dalih pemindahan Ibu Kota.

“Menuju omnibus penggadaian selanjutnya berkedok proyek ibukota baru,” katanya.

Sebelumnya, melalui instagram pribadinya Jokowi menceritakan namanya menjadi nama seruas jalan di Kota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab yang diresmikan oleh Sheikh Khalid bin Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Chairman Abu Dhabi Executive Office.

Presiden Joko Widodo merasa tersanjung, namanya menjadi nama jalan Ia menganggap hal tersebut sebagai apresiasi kepada Bangsa Indonesia.

“Ini tentu bentuk penghargaan dan kehormatan. Bukan untuk saya pribadi semata-mata, tetapi untuk Indonesia. Sebuah gambaran betapa eratnya hubungan di antara dua negara yang kini bekerja sama dalam berbagai bidang,” lanjut Jokowi.

Menurut Jokowi, di balik penamaan jalan itu, tersimpan harapan hubungan kedua negara semakin kokoh, saling menguatkan, dan bermanfaat bagi rakyat Uni Emirat Arab dan Indonesia.

“Terima kasih,” punkas Jokowi.