Ada Libur Panjang Maulid Nabi, Tito: Kegiatan Tradisi Baiknya Tak Digelar
logo

21 Oktober 2020

Ada Libur Panjang Maulid Nabi, Tito: Kegiatan Tradisi Baiknya Tak Digelar

Ada Libur Panjang Maulid Nabi, Tito: Kegiatan Tradisi Baiknya Tak Digelar


GELORA.CO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar tradisi atau budaya dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini. Hal itu demi menghindari kerumunan orang yang berpotensi memperluas penularan Covid-19.

Potensi kerumunan tersebut, kata Tito, akan bertambah besar pada Maulid kali ini. Soalnya bertepatan dengan libur panjang pekan depan.

"Libur dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad tetap dilaksanakan pada Rabu-Jumat 28-30 Oktober 2020. Namun ada hari kejepit Senin-Selasa dan libur umum Sabtu-Minggu," kata Tito dalam konferensi pers virtual di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin 19 Oktober 2020.

Menurut Tito, libur panjang itu biasanya memang digunakan oleh masyarakat untuk melakukan perjalanan pulang kampung atau berekreasi. Hal itu juga pernah terjadi pada libur Idulfitri lalu, di mana mobilitas masyarakat mengalami lonjakan yang tinggi.

Hal itu, jelas beresiko terhadap penularan Covid-19. Oleh karena itu harus diwaspadai oleh semua pihak, termasuk masyarakat.

Tito menyarankan agar masyarakat yang berada di zona merah, untuk tidak melakukan perjalanan baik untuk berlibur ataupun pulang kampung. Namun jika memang harus, mereka wajib melakukan tes usap untuk memastikan terbebas dan tidak menularkan Covid-19 kepada orangtua atau saudara di kampung halaman.

Secara detil, Tito mengaku akan segera membicarakan masalah ini dengan para kepala daerah pada Rabu atau Kamis mendatang. Pembicaraan itu akan membahas bagaimana mekanisme pertahanan daerah terhadap pendatang yang berpotensi menularkan Covid-19 pada warganya selama masa liburan Maulid Nabi Muhammad 2020.

Pada prinsipnya, Tito lebih menekankan agar pemda dan forkopimda untuk menguatkan kembali kampung tangguh atau desa sehat untuk mengantisipasi pendatang di masa liburan. "Yakinkan warga pendatang sudah punya hasil tes PCR dan sebelumnya pihak keluarga diminta untuk mendata siapa saja anggota yang akan pulang kampung," ucapnya.

Hal itu, kata Tito, menjadi tugas bagi kepala daerah dari mulai gubernur hingga kepala desa. Selain itu mereka juga harus segera berkoordinasi dengan pengelola objek wisata untuk mengantisipasi kenaikan jumlah pengunjung di masa yang sama.

Tito tak menampik jika peringatan Maulid Nabi Muhammad memang biasanya sarat akan kegiatan budaya atau tradisi yang mengundang kerumunan. Oleh karena itu ia berharap tahun ini kegiatan seperti itu tidak digelar, kecuali dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan penyelenggara bisa menjamin tidak akan ada kerumunan.***