Presiden Maduro Umumkan Penangkapan Seorang Marinir Yang Dicurigai Sebagai Mata-mata AS

Presiden Maduro Umumkan Penangkapan Seorang Marinir Yang Dicurigai Sebagai Mata-mata AS

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa pihak keamanan telah menangkap seorang yang dicurigai sebagai ‘mata-mata Amerika’ di dekat sebuah kilang Venezuela pada Jumat (11/99).

Penangkapan itu terjadi setelah pihak berwenang berhasil menggagalkan menggagalkan rencana untuk menyebabkan ledakan di kompleks minyak lainnya.

“Kemarin kami menangkap seorang mata-mata Amerika yang sedang memata-matai di negara bagian Falcon di kilang Amuay dan Cardon," kata Maduro dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (12/9).

Menurut Maduro, individu tersebut adalah seorang tentara yang pernah bertugas sebagai marinir di pangkalan CIA di Irak dan ia ditangkap dengan senjata berat dan uang tunai dalam jumlah besar.

Penangkapan itu, katanya, terjadi setelah pihak berwenang pada Rabu menemukan dan membongkar sebuah rencana untuk menciptakan sebuah ledakan di kilang El Palito, yang paling dekat dengan Caracas -yang terletak di negara bagian Carabobo.

Namun, Maduro tidak mengatakan di mana orang itu kini ditahan.

Bulan lalu, dua mantan tentara AS, Luke Alexander Denman (34) dan Airan Berry (41) dijatuhi hukuman 20 tahun penjara di Venezuela atas tuduhan termasuk terorisme, setelah gagal menyerbu negara Karibia Mei lalu.

Hanya beberapa jam sebelum pengumuman hari Jumat, pemerintah Venezuela mengatakan sedang membuat rencana darurat yang dimaksudkan untuk mengatur distribusi bahan bakar sehubungan dengan kekurangan bensin yang parah di negara itu, di mana orang-orang menunggu dalam antrean yang membentang sepanjang bermil-mil (kilometer) untuk mengisi bahan bakar kendaraan mereka.

Venezuela kini menderita kekurangan bahan bakar meskipun memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.

Industri minyak bumi adalah landasan ekonomi Venezuela seabad yang lalu, tetapi produksinya telah turun menjadi sebagian kecil dari yang awalnya  3,2 juta barel per hari.[rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita