Polisi: Pelaku Penusukan Sering Ikuti Youtube Syekh Ali Jaber -->
logo

14 September 2020

Polisi: Pelaku Penusukan Sering Ikuti Youtube Syekh Ali Jaber

Polisi: Pelaku Penusukan Sering Ikuti Youtube Syekh Ali Jaber

GELORA.CO - Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bandar Lampung Kompol Rezky Maulana mengakui bahwa hingga saat ini pihak penyidik masih sulit menentukan motif pelaku readyviewed penyerangan Syekh Ali Jaber pada Minggu (13/9) saat melakukan ceramah.

Dia menuturkan bahwa dalam pemeriksaan sebagai tersangka usai ditangkap, pelaku menyampaikan hal-hal yang tidak logis sehingga penyidik masih mendalami keterkaitan antara pelaku dengan korban dalam insiden tersebut.

"Bukan mendengar ceramah, sebelumnya itu dia pernah mengikutinya gitu. Pernah lihat di tv, lihat live-nya Syekh Ali Jaber ini. Dia juga sering mengikuti di Youtube," kata Rezky saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (14/9).

"Kalau terlihat dari penyampaian itu belum logis," lanjut dia.

Menurut Rezky, penyerangan itu pun dilakukan pelaku setelah mendengar informasi bahwa Syekh akan melakukan ceramah di Masjid Fallahudin, Kota Bandar Lampung, yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari tempat tinggalnya.

Polisi mengamini bahwa hal tersebut kemudian mendorong pelaku menyerang Syekh dalam acara tersebut. Namun demikian, dia mengatakan bahwa tidak ada keterkaitan antara korban dengan pelaku secara pribadi sebelum insiden penyerangan terjadi.

"Kami masih profiling segala sesuatunya apa motif yang selain itu," ujar dia.

Dia pun menjelaskan bahwa sementara ini masih sulit untuk menyimpulkan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa. Setelah dilakukan observasi dan wawancara oleh penyidik bersama psikiater, kata Rezky, pelaku masih dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Penyidik juga masih akan mendalami pengakuan dari kerabat bahwa pelaku sudah depresi sejak empat tahun lalu.

"Ada asumsi yang menyampaikan dia gangguan jiwa segala macem, ya proses tetap jalan kan. Tidak mempengaruhi proses penyidikan itu," kata Rezky.

"Tapi yang bersangkutan kalau gila beneran gak bisa di interogasi kan. Ada tanya ada jawab kan ya," pungkas dia.

Syekh Ali Jaber diserang saat sedang mengisi tausiyah yang berjudul "Memperbaiki Hati". Acara itu diketahui berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Sekitar 15 menit kegiatan berjalan, Ali Jaber kemudian melakukan interaksi dengan para jamaah yang hadir. Dia bahkan sempat ingin meminjam handphone untuk digunakan berfoto. Di momen itulah, seorang laki-laki tak dikenal tiba-tiba menghampiri dari sisi kanan dan mencoba menusuk Ali Jaber.

Melalui video yang diunggahnya di Youtube, Ali mengatakan bahwa dirinya sempat mengangkat tangan ke dekat leher dan tangan. Menurutnya, tusukan yang ia terima saat itu cukup kuat dan keras. Kendati demikian, Ali Jaber bersyukur bahwa tusukan itu tidak terkena di lehernya, melainkan hanya terkena di tangannya saja.

"Dan alhamdulillah di tangan bukan di leher, sampai patah pisaunya, saya sendiri yang lepaskan pisaunya dan sudah patah di dalam saya keluarkan," tuturnya. []