Jokowi Berdiri Depan Palestina Saat Ada Negara Arab Menikamnya -->
logo

24 September 2020

Jokowi Berdiri Depan Palestina Saat Ada Negara Arab Menikamnya

Jokowi Berdiri Depan Palestina Saat Ada Negara Arab Menikamnya

GELORA.CO - Dalam pidatonya saat Sidang Majelis Umum PBB ke-75 Rabu pagi kemarin 23 September 2020 melalui daring, Presiden Joko Widodo menyinggung persoalan Palestina. Dimana hingga kini, negara tersebut justru belum mendapatkan kemerdekaan.

Langkah membawa masalah Palestina oleh Presiden dalam forum PBB tersebut, dianggap sebagai dukungan penuh Indonesia terhadap Palestina, disaat ada negara Arab menikamnya.

Itu disampaikan Ketua PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), Yayan Sopyani Al Hadi, yang mengatakan bahwa persoalan Palestina yang hingga kini masih mendapat perlakuan tidak adil dari Israel, adalah bentuk mengamalkan konstitusi negara.

"Pidato Presiden Joko Widodo menunjukkan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa di dunia, termasuk Palestina, sebagaimana amanat UUD 1945 bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Tanpa terkecuali," kata Yayan, dalam keterangannya yang diterima VIVA, Kamis 24 September 2020. 

Menurut Yayan, pidato ini cukup tepat disaat negara di Timur Tengah seperti Bahrain dan Uni Emirat Arab, justru menormalisasi, menjalin hubungan baik dengan Israel. Tetapi tidak membahas penyelesaian konflik Israel dengan Palestina dalam normalisasi hubungan itu. 

Menurutnya, langkah negara-negara Arab itu ibarat menikam Palestina dari belakang. Maka Indonesia dalam pidato Presiden Jokowi, mengambil posisi akan berdiri di depan untuk mendukung kemerdekaan penuh Palestina.

"Dan apa yang disampaikan Pak Jokowi satu garis lurus dengan sikap tegas Presiden Soekarno bahwa selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel," kata Yayan.

Ia juga menilai bahwa dukungan Indonesia pada Palestina bukan hanya disampaikan lewat pernyataan-pernyataan di forum-forum dunia, namun juga dijalankan dalam tindakan-tindakan nyata. Sebab memang itulah amanat dalam UUD 1945. 

"Tak mungkin membangun nilai-nilai kemanusian global, bila di satu belahan dunia, masih ada bangsa yang masih terjajah dan tertindas, lalu dibiarkan. Mari bangun taman kemanusian global, yang di dalamnya tumbuh identitas bangsa-bangsa yang berdiri sejajar dan berdaulat," tegas Yayan.

Indonesia, tegas Yayan, akan senantiasa berdiri bersama banga Palestina. Hal ini juga tercatat sebagaimana sikap Presiden RI ke-5, Hj. Megawati Soekarnoputri. Megawati mengatakan bahwa negara-negara Asia-Afrika telah banyak yang merdeka, tetapi kemerdekaan Palestina merupakan sebuah utang sejarah kemerdekaan yang harus tetap diperjuangkan.

"Ibu Mega, Presiden RI Ke-5, dalam peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) tahun 2017, mengatakan bahwa terus berjuang bagi kemerdekaan negara Palestina," katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dalam pidato di Sidang Majelis Umum ke-75 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Isu Palestina menjadi perbincangan, setelah sejumlah negara di Timur Tengah menormalisasi hubungan dengan Israel.

Presiden mengatakan, Indonesia bertekad untuk terus berkontribusi bagi perdamaian dunia. Karena itu menjadi amanat konstitusi, yakni menjadi bagian dari solusi.

"Secara konsisten, komitmen ini terus dijalani Indonesia, termasuk saat Indonesia duduk sebagai anggota Dewan Keamanan PBB. Spirit kerja sama akan selalu dikedepankan Indonesia, spirit yang menguntungkan semua pihak, tanpa meninggalkan satu negara pun. No one, no country should be left behind," kata Kepala Negara dalam pidatonya yang disiarkan langsung di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu 23 September 2020.

Jokowi mengingatkan, PBB dibentuk 75 tahun silam adalah bertujuan agar perang dunia tidak terjadi lagi. Dunia menjadi kondusif, aman, dan tenteram.

Indonesia juga berperan dalam menciptakan itu bahwa semua negara di dunia kedudukannya sama, ada kesetaraan. Bahkan, Indonesia melalui Presiden ke-1 Sukarno, menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika pada 1955 di Bandung.

"Palestina adalah satu-satunya negara yang hadir di Konferensi Bandung yang sampai sekarang belum menikmati kemerdekaannya. Indonesia terus konsisten memberikan dukungan bagi Palestina, untuk mendapatkan hak-haknya," tutur Jokowi.[viva]