Gila, China Nekat Bangun Rudal di Rumah Dewa Umat Hindu India

Gila, China Nekat Bangun Rudal di Rumah Dewa Umat Hindu India

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pasca pergerakan ilegal yang dilakukan pasukan militernya, China kembali menuai kecaman. Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) dikabarkan tengah bersiap membangun situs rudal darat-ke-udara, di antara Gunung Kailash dan Danau Mansarovar, Daerah Otonomi Tibet.

Dalam laporan yang dikutip dari Rediff.com, sejumlah pihak terkait termasuk Tentara Pembebasan Rakyat China memang sengaja membangun situs peluncuran rudal di wilayah itu. 

Jika China menganggapnya sebagai peningkatan pertahanan, maka India melihat rencana China sebagai tindakan provokasi, dan hanya akan menambah ketegangan.

Perlu diketahui, Gunung Kailash dan Danau Mansarovar adalah situs resmi bagi umat Buddha dan Hindu. Bagi Rakyat India, kedua tempat itu sangat sakral, karena dianggap sebagai tempat tinggal Dewa Siwa dan sang istri, Parvati.

Benar saja, kecaman pun langsung datang dari seorang analis geopolitik asal India, Priyajit Debsarkar. Debraskar menganggap pemerintah Republik Rakyat China (RRC) hanya mengatasnamakan keamanan dan pertahanan nasionalnya.

Di sisi lain, pembangunan situs rudal di wilayah Gunung Kailash dan Danau Mansarovar adalah murni tindakan provokasi.

"Dalam pandangan saya, satu-satunya dan penting. Ini adalah kelanjutan dari provokasi China terhadap India yang kami saksikan selama ini. Dari LAC (Garis Kontrol Aktual) di Ladakh, hingga sektor Tumur dan tengah yang berbatasan dengan India," ujar Debraskar dikutip dari The Epoch Times.

"Langkah untuk mengerahkan rudal darat-ke-udara di Tibet seharusnya tidak membuat kami terkejut. Ini murni kepura-puraan otoriter dan provokasi ke India, yang telah menolak mundur melawan ancaman agresi agresif China," katanya.

Dalam berita VIVA Militer , dilaporkan bahwa pasukan Angkatan Bersenjata India (BSS) berhasil mengadang pergerakan ilegal pasukan Tentara Pembebasan Rakyat China. Pasukan China disebut melakukan pergerakan dan aksi provokasi di wilayah Danau Pangong Tso, 29-30 Agustus 2020. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita