Fahril Hamzah : Pak Menag, di Masjid Saya Banyak Orang #GoodLooking

Fahril Hamzah : Pak Menag, di Masjid Saya Banyak Orang #GoodLooking

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah melontarkan sindiran yang ditujukan kepada Menteri Agama Fachrul Razi.

Hal itu berkenaan dengan pernyataan mantan Panglima TNI itu yang disampaikan dalam webinar bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara’.

Webinar itu sendiri ditayangkan melalui kanal YouTube Kementerian PAN-RB pada Rabu (2/9) kemarin.

Melalui akun Twitter pribadinya, politisi asal NTB itu menyebut banyak orang good looking yang kedapatan shalat subuh di masjid dekat dengan kediamannya.

“Lapor pak Menteri Agama, Subuh ini di Masjid saya banyak orang #GoodLooking. Laporan Selesai,” lapor Fahri, Jumat pagi (4/9/2020).

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon meminta Presiden Joko Widodo mencopot Menag Fachrul Razi.

Permintaan itu disampaikan anak buah Prabowo Subianto itu melalui akun Twitter pribadinya, Kamis (3/9) malam.

Menurut Fadli, pernyataan Fachrul Razi cenderung Islamphobia.

“Menteri Agama ini pernyataan-pernyataannya sering menimbulkan kecurigaan, salah paham, perselisihan atau malah Islamophobia,” cuitnya.

“Sebaiknya menteri ini diganti saja Pak @jokowi,” pintanya.

Untuk melengkapi permintaan dan laporannya itu, Fadli Zon menyertakan artikel yang memuat pernyataan Fachrul Razi.

Dalam artikel tersebut, Fachrul Razi menyebut bahwa paham radikal telah masuk ke dalam salah satu masjid.

Salah satunya melalui anak good looking, menguasai bahasa Arab dan hafal Al-Qur’an.

“Menag Sebut Radikalisme Masuk Masjid Lewat Anak Good Looking,” tulisnya.

Dalam webinar itu, Fachrul menyebut bahwa radikalisme sangat mungkin menyusup di institusi pemerintahan.

“Cara masuk mereka gampang kalau saya lihat polanya. Pertama, dikirimkan seorang anak, ya, yang good looking, penguasaan bahasa arabnya bagus, hafiz,”

“Mulai masuk, ikut-ikut jadi imam, lama-lama orang situ bersimpati, diangkat jadi pengurus masjid.”

“Kemudian mulai masuk temannya dan sebagainya. Mulai masuk ide-ide (radikal) yang tadi saya sampaikan,” tutur Fachrul.[psid]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita