Amerika Siap Gunakan Pangkalan Militer di Yunani, Erdogan dalam Bahaya -->
logo

12 September 2020

Amerika Siap Gunakan Pangkalan Militer di Yunani, Erdogan dalam Bahaya

Amerika Siap Gunakan Pangkalan Militer di Yunani, Erdogan dalam Bahaya


GELORA.CO - Memburuknya hubungan Turki dan Amerika Serikat (AS) ternyata bisa berimbas pada konflik sengketa wilayah dengan Yunani. Senator AS, Ron Johnson, mengemukakan kekhawatiran Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, akan menutup Pangkalan Udara Militer Incirlik, Adana, Turki.

Menurut laporan Sputnik News, Pangkalan Udara Militer Incirlik adalah salah satu fasilitas yang tak hanya digunakan oleh Angkatan Udara Turki (THK). Tetapi, sejumlah pasukan militer negara-negara anggota Pakta Atlantik Utara (NATO) juga ada di pangkalan itu.

Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force), Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (RSAF), dan Angkatan Darat Kerajaan Spanyol (EDT), juga menempatkan sejumlah pasukannya di Incirlik.

Memburuknya hubugan Turki dan AS membuat Johnson khawatir Erdogan akan menutup pangkalan militer itu. Pasalnya, Pangkalan Udara Militer Incirlik adalah salah satu pusat logistik militer untuk NATO di wilayah itu selama beberapa dekade.

Sementara, Turki yang tengah berseteru dengan Yunani justru mendapat kecaman pula dari sejumlah anggota NATO. Kecaman negara-negara NATO terhadap Turki bukan cuma lantaran pertikaian dengan Yunani. Akan tetapi, keputusan Erdogan membeli rudal sistem pertahanan udara S-400 Triumf juga membuat NATO geram. Puncaknya, Amerika secara resmi menangguhkan posisi Turki dalam program jet tempur siluman F-35 Lightning II.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi dengan (Pangkalan Udara Militer) Incirlik. Kami berharap yang terbaik, tetapi kami juga harus merencanakan untuk menghadapi yang terburuk," ucap Johnson dikutip  dari Washington Examiner.

Oleh sebab itu, Johnson menyerukan bahwa AS harus mengambil langkah untuk mengantisipasi penutupan Pangkalan Udara Militer Incirlik. Andai pangkalan itu benar-benar ditutup, maka AS dihimbau Johnson untuk menjadikan Pangkalan Angkatan Laut Pulau Kreta, Yunani, sebagai alternatif.

"Kami ingin mempertahankan kehadiran dan kerjasama penuh kami di Turki. Saya tidak berpikir kami ingin melakukan perubahan strategis. Tetapi saya pikir dari postur pertahanan, kami harus melihat kenyataan dari situasi di mana jalan yang ditempuh Erdogan tidak baik. Kami melihat Yunani sebagai alternatif," kata Johnson melanjutkan.

Andai AS sampai memindahkan pasukannya ke Pangkalan Angkatan Laut Pulau Kreta, maka Turki dan Erdogan dipastikan dalam situasi berbahaya. Pasalnya, negara-negara anggota NATO lainnya akan terus melancarkan gelombang kecaman kepada Turki dan Erdogan. Dan bukan tak mungkin, Amerika akan berbalik menjadi lawan bagi Turki.

"Sangat disayangkan jalan yang diambil Erdogan menempatkan Turki di posisi itu. Ini sangat mengganggu dan memprihatinkan. Ini adalah salah satu alasan kami meningkatkan kerjasama militer kami dengan Yunani. (Langkah) memperkuat kehadiran kami di Teluk Souda karena kehadiran kami di Turki pasti terancam," ucap Johnson. []