Tembus 76 Juta Rumah Tangga, Menko PMK: Kemiskinan Basisnya di Keluarga

Tembus 76 Juta Rumah Tangga, Menko PMK: Kemiskinan Basisnya di Keluarga

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK),  Muhadjir Effendy tak menampik jika jumlah rumah tangga miskin di Indonesia masih sangat tinggi.

Bahkan, menurutnya ada 76 juta rumah tangga di tanah air yang masih mengalami masalah ekonomi.

"Rumah tangga miskin di Indonesia itu jumlahnya masih sangat tinggi, masih sekitar 76 juta rumah tangga miskin di Indonesia dan itu berarti masih sekitar 20 persen dari rumah tangga," ujar Muhadjir dalam acara peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2020 yang digelar secara virtual, Selasa (4/8/2020).

Dia mengatakan, masalah kemiskinan ini harus bisa dibenahi mulai dari dalam internal keluarga.

"Rumah tangga baru yang miskin itu rata-rata adalah juga dari keluarga rumah tangga miskin. Ini sesama keluarga miskin, besanan kemudian lahirlah keluarga miskin baru, sehingga perlu ada pemotongan mata rantai keluarga miskin. Kenapa? karena kemiskinan itu pada dasar basisnya adalah di dalam keluarga," ucap dia.

Dia pun mengatakan untuk mengentaskan masalah kemiskinan di Indonesia butuh peran serta semua. Dia pun mengatakan kemiskinan tersebut juga dipicu karena faktor kesehatan masyarakat seperti kasus stunting yang disebabkan karena gizi buruk.

Dia mengaku setuju perihal penjelasan pakar kesehatan, bahwa kemampuan kecerdasan penderita stunting sulit ditingkatkan. Sementara penderita stunting bisa didorong dari asupan gizi yang baik.


"Kalau sudah stunting maka kemampuan kecerdasannya sudah selesai untuk berikutnya sudah tidak bisa dinaikkan lagi. Kalau orang sudah stunting itu memang kerdil, kalau fisik masih bisa didorong dengan asupan gizi yang baik," tutur Muhadjir.

Menurutnya, menjadi tanggungjawab semua pihak untuk menurunkan angka stunting. Pasalnya kata Muhadjir, angka stunting masih diatas 20 persen.

"Saya kira ini menjadi tugas tanggung jawab kita bersama organisasi-organisasi. Pentingnya kita menyiapkan rumah tangga keluarga yang betul-betul siap untuk menyiapkan generasi yang akan datang dengan sebaik-baiknya terutama jangan sampai lahir generasi stunting terus-terusan. Karena kenapa? sekarang ini angka stanting kita masih di atas 20 persen, kalau tidak salah di atas 27 persen," katanya.

"Sekarang ini menurut Bank dunia 54 persen angkatan kerja Indonesia itu 54 persen adalah mantan stunting." (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita