Polemik Dubes Palestina di Acara KAMI Dikira Perayaan HUT RI -->
logo

20 Agustus 2020

Polemik Dubes Palestina di Acara KAMI Dikira Perayaan HUT RI

Polemik Dubes Palestina di Acara KAMI Dikira Perayaan HUT RI

GELORA.CO -Kehadiran Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun, di deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjadi polemik. Komisi I DPR RI menyoroti pelibatan duta besar asing dalam kegiatan itu.
"Saya menyayangkan peristiwa diundangnya Duta Besar Palestina ke dalam gerakan penyampaian pesan politik," kata Ketua Komisi I Meutya Hafid kepada wartawan, Rabu (19/8/2020).

Komisi I merupakan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPR yang mempunyai ruang lingkup tugas di bidang pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika, serta intelijen. Mitra kerja Komisi I di antaranya Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Panglima TNI/Mabes TNI AD, AL, dan AU, serta Badan Intelijen Negara (BIN).


Komisi I menilai pelibatan duta besar asing menyalahi aturan. Komisi I juga berpendapat pelibatan duta besar asing dapat membawa dampak yang berbahaya bagi internal bangsa.

"Aspirasi atau penyampaian pandangan dan masukan ke pemerintah sebetulnya sah-sah saja, namun karena yang hadir banyak tokoh-tokoh, ya, yang menurut saya harusnya paham bahwa pelibatan Dubes Asing dalam gerakan politik menyalahi aturan. Di samping menyalahi aturan, praktik melibatkan perwakilan asing dalam gerakan berbau politik juga berbahaya untuk internal dalam negeri," imbuhnya.

Kedutaan Besar Palestina pun angkat bicara perihal kehadiran Dubes Zuhair Al-Shun pada deklarasi KAMI. Kedutaan Besar Palestina mengungkapkan sang dubes hadir atas undangan Din Syamsuddin yang menyebut acara deklarasi sebagai peringatan HUT RI ke-75.

"Klarifikasi tentang apa yang diberitakan media perihal Duta Besar Negara Palestina yang menghadiri undangan yang disampaikan oleh Bapak Din Syamsuddin, Ketua Persatuan Persahabatan Indonesia Palestina. Kami ingin menegaskan bahwa partisipasi kami berdasarkan pada pemahaman bahwa acara tersebut adalah acara peringatan Hari kemerdekaan Republik Indonesia dan bukan yang lainnya," bunyi keterangan Kedubes Palestina yang diterima detikcom.

Pihak Kedutaan Besar Palsetina juga menjelaskan kehadiran Dubes Zuhair al-Shun di acara deklarasi KAMI hanya sesaat. Kedutaan Besar Palsetina menyebut Dubes Zuhair al-Shun meninggalkan lokasi usai pemutaran lagu Indonesia Raya.

"Kehadiran kami di acara tersebut hanya berlangsung selama 5 menit, ketika menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia yang itu adalah sesuatu yang sakral bagi seluruh rakyat Indonesia," sebut Kedubes Palestina.

Kedubes Besar Palestina menyatakan pihaknya mengapresiasi seluruh bantuan yang selama ini diterima negaranya dari Presiden Joko Widodo, pemerintah Indonesia dan seluruh masyarakat Indonesia. Kedubes Palestina pun menegaskan tak ada niat terlibat politik Indonesia.(dtk)