Otak Atik Pilpres 2024, Demokrat: Publik Sedang Menimbang Siapa Pemimpin Masa Depan

Otak Atik Pilpres 2024, Demokrat: Publik Sedang Menimbang Siapa Pemimpin Masa Depan

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Sekalipun pemilihan presiden (Pilpres) baru dilakukan para tahun 2024 mendatang, namun publik sudah banyak yang memprediksi kombinasi pasangan capres dan cawapres.

Beberapa diantaranya yang cukup banyak disebut oleh publik adalah potensi pasangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Puan Maharani, hal ini menguat dikarenakan hubungan yang semakin mesra antara PDI Perjuangan dan Partai Gerindra.

Apalagi ada sejarah yang sangat kuat diantara keduanya dalam pilpres 2009 saat Megawati Soekarnoputri berpasangan dengan Prabowo Subianto.

Di luar itu disebut juga pasangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY yang akhir-akhir ini makin sering muncul dalam perbincangan netizen di media sosial

Deputi Badan Pembinaan Jaringan Konstituen DPP Partai Demokrat, Taufiqurrahman menilai itu adalah hal yang wajar dan tidak ada masalah dengan prediksi tersebut.

"Saya memandangnya sebagai proses politik yang alamiah, biar saja publik mulai menilai dan menimbang siapa saja kandidat yang layak menjadi pemimpin masa depan," ungkapnya kepada Kantor Berita RMOLJakarta, Selasa (11/8).

Menurutnya, bagi Partai Demokrat yang paling penting saat ini adalah terus bekerja bersama rakyat, apalagi dalam posisi rakyat yang sedang mengalami masa-masa sulit akibat pandemik Covid-19.

"Mas Ketum tidak lelah mengingatkan dan memberikan arahan kepada semua kader untuk menggerakkan semua mesin partai dalam rangka membantu dan meringankan beban rakyat, kemanusiaan saat ini nomor satu, politik harus mengalah kepada kemanusiaan," jelas Taufiq.

Terkait pilpres 2024, mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta itu menambahkan bahwa sudah ada tahapannya dan tinggal diikuti prosesnya dengan baik dan seksama

"Pasangan Prabowo dan Puan Maharani akan menjadi magnet dan ikon politik baru. Meskipun saya dari Partai Demokrat tapi saya sungguh berharap pasangan ini bisa benar-benar terwujud, dalam rangka meningkatkan kualitas demokrasi kita," pungkas Taufiqurrahman. [rm]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita