Nasib Karier Militer SBY, Jenderal TNI Tercerdas Tanpa Bintang 4 -->
logo

14 Juli 2020

Nasib Karier Militer SBY, Jenderal TNI Tercerdas Tanpa Bintang 4

Nasib Karier Militer SBY, Jenderal TNI Tercerdas Tanpa Bintang 4

GELORA.CO -  Ternyata tak semua tokoh besar di Tentara Nasional Indonesia (TNI) bernasib baik dalam meniti karier militernya.

Jenderal TNI (hor) Susilo Bambang Yudhoyono misalnya, walau pernah menjabat sebagai Presiden RI dua periode beruntun 2004-2009 dan 2009-2014. Namun, karier SBY di militer tak segemilang di politik lho.

Berdasarkan catatan sejarah dirangkum pada Selasa 14 Juli 2020, jabatan tertinggi yang pernah dijabat SBY hanyalah sebagai Panglima Kodam II Sriwijaya. Memang SBY sempat menjabat Kepala Staf Teritorial alias

Kaster. Hanya saja posisi Kaster itu sudah dihapuskan dari struktur TNI sebelumnya Kaster bernama Kepala Staf Sosial Politik atau Kassospol.

Padahal pria kelahiran 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur ini menamatkan pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjata RI pada tahun 1973 dengan menyandang penghargaan Adhi Makayasa atau taruna lulusan terbaik.

Tak hanya itu saja, SBY juga mendapatkan Tri Sakti Wiratama atas prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan kecerdasan intelektualnya.

Pangkat terakhir SBY saat pensiun dari TNI pada April 2001 adalah Letnan Jenderal alias bintang tiga. Sebagai putra dari seorang tentara, tentu saja SBY sangat ingin mendapatkan bintang sempurna, yakni menyandang 4 bintang di pundak.

Sebenarnya SBY memiliki peluang untuk menyempurnakan karier militernya, sebab SBY sempat direkomendasikan Panglima ABRI, Jenderal Wiranto untuk mengisi jabatan Kepala Staf Angkatan Darat menggantikan Jenderal Subagyo HS.

Tapi saat bersamaan, Presiden Abdurahman Wahid atau Gus Dur meminta SBY untuk menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi. SBY dalam buku biografi politik SBY karya Garda Maeswara dituliskan sempat gundah dengan tawaran Presiden, karena dia masih ingin mengabdi pada ABRI.

Dalam bimbang SBY menghubungi ayahnya, R Soekotjo dan sang ayah menyarankan putranya itu untuk mengikuti permintaan Gus Dur. Akhirnya SBY mengikuti saran sang ayah dan merelakan jabatan KSAD berpindah ke tangan Jenderal Tyasno Sudarto, SBY pun pensiun lima tahun lebih awal dari ABRI.

Walau telah pensiun, SBY akhirnya bisa menyempurnakannya bintang di pundaknya. Dia mendapatkan gelar jenderal kehormatan bintang empat saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan periode 2001-2004. []