China Makin Agresif, Taiwan: Hari Ini Hong Kong, Besok Bisa Jadi Kita

China Makin Agresif, Taiwan: Hari Ini Hong Kong, Besok Bisa Jadi Kita

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Keagresifan China dengan memberlakukan UU keamanan nasional bagi Hong Kong sudah barang tentu membuat Taiwan khawatir. Lantaran Beijing mengakui Pulau Formosa tersebut sebagai bagian dari wilayahnya.

Di bawah pemerintahan Presiden Xi Jinping, China semakin menunjukkan diri tanpa toleransi terhadap apa yang mereka klaim sebagai wilayah kedaulatan.

UU keamanan nasional yang disahkan pada Selasa (2/7) menjadi bukti. Meski banyak pihak yang menentang, Beijing tidak gentar memberlakukan UU kontroversial tersebut.

Alhasil, Taiwan pun mulai khawatir.

China dan Taiwan sudah berpisah pada 1949, setelah pasukan nasionalis kalah dalam perang saudara dari pasukan komunis Mao Zedong. Mereka melarikan diri ke pulau yang hingga saat ini diklaim China miliknya, Taiwan.

Selama bertahun-tahun, China menggunakan ancaman dan bujukan untuk menyatukan Taiwan. Termasuk dengan iming-iming model "satu negara, dua sistem" seperti yang Beijing terapkan pada Hong Kong.

Dua partai politik terbesar di Taiwan satu suara menentang tawaran tersebut. Apalagi saat ini, dengan pemberlakuan UU keamanan nasional yang membuktikan "satu negara, dua sistem" hanya sekadar narasi belaka.

Melansir CNA, warga Taiwan saat ini mengaku semakin tidak memercayai China dan khawatir dengan langkah Beijing selanjutnya.

"UU itu membuat saya semakin tidak menyukai China," ujar seorang mahasiswa Universitas Nasional Taiwan di Taipei, Sylvia Chang.

"Mereka telah berjanji memberikan status otonomi yang tidak akan berubah selama 50 tahun untuk Hong Kong, tetapi mereka menjadi semakin berat tangan," lanjutnya.

"Saya khawatir, hari ini Hong Kong. Besok, bisa jadi, Taiwan," ungkapnya.

Setelah UU keamanan nasional diberlakukan, pemerintah Taiwan telah memberikan peringatan pada warganya untuk berhati-hati ketika melakukan perjalanan ke Hong Kong.

Namun tanpa peringatan tersebut, warga Taiwan sudah mengaku takut jika harus transit melalui Hong Kong. Mereka khawatir profil media sosial mereka dapat dibuka dan mereka ditahan berdasarkan UU tersebut.

UU itu membuat China terlihat sangat buruk, menjauhkan diri dari Hong Kong, belum lagi orang-orang di seberang selat di Taiwan," papar analis politik dari Universitas Tamkang di Taipei, Alexander Huang.

Dalam beberapa waktu terakhir, China mulai menunjukkan taringnya pada Taiwan dengan berbagai manuver militer yang dilakukan di perbatasan.(rmol)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita