Setelah Kerusuhan, Begini Pemandangan Sepanjang Jalan Utama Gedung Putih
logo

6 Juni 2020

Setelah Kerusuhan, Begini Pemandangan Sepanjang Jalan Utama Gedung Putih

Setelah Kerusuhan, Begini Pemandangan Sepanjang Jalan Utama Gedung Putih

GELORA.CO - Washington DC mendandani ruas jalanan utama dengan cat warna kuning di sepanjang jalan yang mengarah ke depan Gedung Putih. Dua blok jalan itu dilukis dengan cat kuning bertuliskan mural raksasa 'Black Lives Matter'.

Para pelukisnya adalah bagian dari kru Departemen Pekerjaan Umum, setelah menerima peritah dari Walikota, seperti dikutip dari NBC Washington, Sabtu (6/6). Mereka mulai mengecat sejak Jumat pagi dengan dibantu oleh warga pria dan wanita, sehingga pada Sabtu pagi mural itu sudah menjadi pemandangan indah bila dilihat dari atas.

Kabar beredar pengerjaan mural ini sempat membuat ribut beberapa pihak, terkait ijinnya.

“Ada perselisihan minggu ini tentang jalan siapa ini. Walikota Washington DC, Muriel Bowser ingin membuatnya sangat jelas bahwa ini adalah jalan DC dan untuk menghormati demonstran yang melakukan protes damai pada Senin malam," Kepala staf Bowser, John Falcicchio, mentweet pada hari Jumat.

Permintaan pembuatan mural memang datang dari Bowser. Bahkan Bowser mengizinkan para relawan untuk menuliskan "Black Lives Matter" berukuran besar berwarna kuning di ruas jalan tersebut.

Langkah Bowser mengubah nama jalan dan menuliskan Black Lives Matter berukuran raksasa dipandang sebagai bentuk penentangan terhadap Presiden AS Donald Trump yang lebih ingin melakukan pendekatan militer terhadap gelombang aksi protes mengecam kematian Floyd.

Bowser telah mengecam langkah Trump yang menggunakan sejumlah agensi federal dan polisi militer untuk membubarkan aksi protes pada Senin malam. Trump mengerahkan semua itu agar dia dapat berfoto di luar sebuah gereja di dekat Gedung Putih.

Black Lives Matter merupakan tema utama dalam aksi memprotes kematian orang kulit hitam di AS, termasuk George Floyd. Floyd meninggal usai lehernya ditindih lutut seorang polisi kulit putih bernama Derek Chauvin pada 25 Mei. (Rmol)