Diduga Pasangan Selingkuh, 2 ASN Ditemukan Pingsan dalam Mobil
logo

5 Juni 2020

Diduga Pasangan Selingkuh, 2 ASN Ditemukan Pingsan dalam Mobil

Diduga Pasangan Selingkuh, 2 ASN Ditemukan Pingsan dalam Mobil

GELORA.CO - Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) diduga pasangan selingkuh ditemukan pingsan dalam kondisi setengah bugil, Kamis (4/6/2020), sekira pukul 23.00 WIB.

Keterangan dihimpun SIB dari beberapa warga setempat di lokasi kejadian, Jumat (5/6/2020), menyebutkan, sekira pukul 16.00 WIB sore, melihat satu unit mobil Kijang Inova BK 1746 BC tengah terparkir di kawasan kebun sawit di Jalan Pondok Indah Kisaran yang biasa disebut Pabrik Benang. Setelah kembali melintas dari jalan itu, mobil masih tetap terparkir dalam kondisi hidup.

"Sore kami lewat lihat ada mobil Inova terparkir di kawasan Jalan Pondok Indah yang biasanya disebut Pabrik Benang. Awalnya kami biasa aja dan tidak curiga sedikit pun. Tapi sewaktu kami kembali lewat sekira jam 11 malam, mobil masih terparkir dalam kondisi mesin menyala," sebutnya.

Warga menjadi curiga akan posisi mobil terparkir dengan kondisi mesin hidup. Akhirnya, warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Kisaran.

Personel Polsek Kota turun ke lokasi kejadian dan membuka paksa jendela mobil tersebut. Ketika dibuka, kedua sejoli dalam keadaan pingsan dengan kondisi setengah bugil. Keduanya langsung dievakuasi ke RS Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS) Kisaran guna penanganan lanjutan.

Menurut keterangan, keduanya merupakan Korwil Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan berinisial, Zul (37) warga Dusun I Kecamatan Air Joman Kabuoaten Asahan bertugas di Kecamatan Rawang Panca Arga. Dan Ha (39) warga Desa Bogak Dusun Sejarah Kecamatan Tanjung Tiram Kabupaten Batubara yang bertugas di Kecamatan Meranti.

Menanggapi hal itu, Kadis Pendidikan Kabupaten Asahan Sofyan Marpaung melalui telepon mengatakan, sangat menyayangkan kejadian menimpa kedua ASN tersebut.

Dikatakan, pihaknya merasa dipermalukan. Untuk itu, katanya, pihaknya akan memberlakukan sesuai dengan aturan. Setidaknya jabatan yang bersangkutan akan dicopot.

"Kita akan mengambil tindakan dengan mencopot jabatannya. (*)