Beda Sikap, Warga Sekitar Pabrik Di Konawe Sambut Baik Kedatangan 500 TKA China

Beda Sikap, Warga Sekitar Pabrik Di Konawe Sambut Baik Kedatangan 500 TKA China

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara menimbulkan polemik di kalangan masyarakat.
Bahkan, ratusan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Bandara Haluoleo, Kendari, Selasa (23/6). Mereka menolak kedatangan TKA yang merupakan tenaga ahli dan akan membantu mempercepat selesainya pembangunan smelter PT VDNI dan PT OSS di Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kendati demikian, pendapat sebaliknya justru disampaikan oleh warga lokal di sekitar pabrik.

Mahadi (52 tahun), Kepala Desa Purui Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe menyayangkan pihak-pihak yang berkomentar tanpa mempertimbangkan ekonomi masyarakat setempat yang bergantung pada beroperasinya industri pengolahan nikel ini.

"Kehadiran VDNI membuka lapangan kerja kepada masyarakat yang sebelumnya bekerja tidak menentu," terang Mahadi, Rabu (24/06).

Selain itu, salah seorang warga setempat bernama Budiono (58), mengaku senang dengan kedatangan TKA tersebut karena dapat mempercepat selesainya smelter yang tengah dibangun.

Menurutnya, kedatangan TKA China membuat omzet usaha warung makannya akan semakin ramai. Sejak berdirinya VDNI, penghasilan rata-ratanya melonjak menjadi Rp 5 juta per hari. Padahal, dahulu penghasilan sebagai petani hanya sebesar Rp 5 juta per tiga bulan saat panen.

Pria yang membuka tempat usaha warung makan di jalan masuk kawasan industri tersebut juga mengantongi tambahan penghasilan dari indekos yang ia bangun. Indekos semi permanen dengan 56 kamar tersebut tak pernah kosong penghuni.

“Saya sewakan ada yang Rp 600 ribu, Rp 800 ribu, sampai sejuta sebulan,” katanya.

Selain menguatkan perputaran ekonomi, kedatangan TKA tersebut diharapkan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal di Sultra, khususnya di wilayah sekitar berdirinya pabrik. Menurut salah seorang pekerja lokal, Sukal Septi Sari, kedatangan tenaga ahli asal China tersebut akan meningkatkan lapangan kerja dari perusahaan.

“Tenaga kerja lokal bisa diserap, karena satu tenaga ahli dari China akan dibantu oleh tujuh karyawan lokal,” ujar Sukal.

Pekerja lokal lainnya, Ruli, menuturkan bahwa semakin banyak masuknya TKA yang merupakan tenaga ahli, akan berdampak positif terhadap penyerapan tenaga lokal terutama angkatan pekerja yang baru lulus jenjang pendidikan.

Masuknya mereka akan berdampak positif, karena anak-anak muda yang baru saja menamatkan pendidikan yang masih nganggur dan lulus sekolah dapat langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja,” tutupnya.(rmol)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita