KemenPUPR Jual Ruas Tol di Tengah Pandemi Corona, Rizal Ramli: Amburadul!
logo

3 Mei 2020

KemenPUPR Jual Ruas Tol di Tengah Pandemi Corona, Rizal Ramli: Amburadul!

KemenPUPR Jual Ruas Tol di Tengah Pandemi Corona, Rizal Ramli: Amburadul!

GELORA.CO - Ekonom senior Rizal Ramli mempertanyakan rencana penawaran proyek ruas tol dan jembatan senilai Rp 80,5 triliun kepada swasta.

Pasalnya, sebelumnya Menkeu Sri Mulyani menyatakan dana infrastruktur dialihkan untuk penanganan pandemi Covid 19.

“Ampun deh, ada Mentri yang ngomong akan alihkan (realokasi) dana infrastruktur untuk atasi dampak Corona. Ini piye toh tender proyek infrastruktur jalan terus ? Mas Basuki @BIM_PUPR jangan gitu dong.  Amburadul  amat sih koordinasi ?,” tulis Rizal di akun Twitter @RamliRizal.


Diberitakan, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja menawarkan proyek ruas tol dan jembatan untuk enam proyek sekaligus dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Politisi Demokrat Rachland Nashidik turut mempertanyakan berlanjutnya proyek ruas tol tersebut. “Katanya kita harus fokus memerangi pandemi? Katanya, daripada mengkritik, lebih baik kita semua bahu membahu membantu pemerintah menghadapi pandemi? Kok begini?,” tulis Rachland di akun @RachlanNashidik meretweet tulisan bertajuk “Proyek Infrastruktur Rp 80 T Dilelang di Tengah Pandemi”.

Senada dengan Rachland, politisi senior Soeyoto menilai, tetap berjalannya proyek tol itu membuktikan bahwa pandemi Covid 19 dikesampingkan.

“Pemerintah melalui Kementerian PUPR baru saja menawarkan proyek ruas tol & jembatan senilai Rp 80,5T ke swasta Penawaran dibuka untuk 6 proyek sekaligus dengan skema Kerja Sama Pemerintah &Badan Usaha (KPBU). Maksudnya ini apa? Covid19 dianggap tidak ada?,” tulis Soeyoto di akun @soeyoto1.

Praktisi perbankan Erna Sitompul menyebut penawaran proyek tol ke swasta  sebagai penjualan komoditi.

“Proyek Infrastruktur ruas jalan tol dan jembatan senilai Rp 80,5 Triliun dilelang di tengah pandemi.  Dibangun untuk dijual sebagai komoditi, berarti pedagang dong? Bukannya katanya Pemerintah bangun infrastruktur buat rakyat? Atau kas lagi cekak?,” tulis Erna di akun @erna_st. []