Jadi Korban PHK, Warga Klaten Jalan Kaki Ke Semarang Untuk Jual Ginjalnya
logo

4 Mei 2020

Jadi Korban PHK, Warga Klaten Jalan Kaki Ke Semarang Untuk Jual Ginjalnya

Jadi Korban PHK, Warga Klaten Jalan Kaki Ke Semarang Untuk Jual Ginjalnya

GELORA.CO - Seorang warga Dukuh Karangasem, Desa Ngering, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten, membuat geger. Dia mengaku tak lagi punya penghasilan sejak mendapat PHK hingga merelakan ginjalnya untuk dijual

Frans Larry Oktavianus (43), warga Dukung Karangasem itu, menyampaikan niat menjual ginjalnya dengan cara menuliskan di kertas yang digantung di dada dan punggungnya. Ia berjalan kaki menuju Semarang untuk menemui Gubernur Jateng.

Dilaporkan Kantor Berita RMOLJateng, Dalam tulisan di dada tersebut terbaca, 'Berkah Dalem, maaf saya Frans Larry O ingin jual ginjal untuk nafkahi keluarga saya, melunasi utang pendidikan, kesehatan, tempat tinggal, makan, agar keluarga saya tak diremehkan. Maaf saya bukan mengemis'.

Kontan tindakan Frans membuat geger. Membuat Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, bersama Dandim 0723/Klaten, Letkol Kav Minarso, langsung menyambangi kediaman keluarga Frans.

"Kami datang ke sini untuk menunjukkan bahwa (dalam menghadapi masalah ini) Ibu tidak sendirian. Sampaikan kepada anaknya agar segera kembali saja," ujar Kapolres kepada Mulyani, Ibu mertua Frans, Minggu (3/5).

Selain memberikan bantuan kepada keluarga Frans Larry Oktavianus, rombongan polres dan dandim juga membagikan sejumlah bantuan sembako kepada warga sekitar. Sekitar 20 paket yang masing-masing terdiri dari beras, mie instan, minyak, gula dan sirup.

Kapolres menjelaskan, kegiatan pemberian bantuan kepada warga terdampak Covid-19, khususnya warga yang kena PHK, sudah dilakukan sejak awal pandemik. Bahkan bantuan bisa dibagikan 3 kali dalam seminggu.

Sementara itu, terkait viralnya upaya Frans Larry Oktavianus, Dandim 0723/Klaten meminta jika ada warga Klaten yang mengalami kesulitan ekonomi saat pandemik ini agar melapor kepada Gugus Tugas, RT/RW, maupun Polsek, dan Koramil untuk diberikan bantuan.

"Jika ada warga yang mengalami kesulitan jangan langsung membuat keputusan yang merugikan dirinya sendiri, yang membuat hubungan sosial antartetangga terlihat kurang perhatian. Kami berharap melapor pada Koramil, sehingga apa yang bisa kita bantu akan kita bantu," tandas Dandim Klaten.(rmol)