2,5 Juta Petani Sulit Jual Hasil Pertanian, Doni Monardo Ingatkan <i>Hungry Man Becomes Angry Man</i>
logo

2 Mei 2020

2,5 Juta Petani Sulit Jual Hasil Pertanian, Doni Monardo Ingatkan Hungry Man Becomes Angry Man

2,5 Juta Petani Sulit Jual Hasil Pertanian, Doni Monardo Ingatkan <i>Hungry Man Becomes Angry Man</i>

GELORA.CO - Kepala Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, mengajak kementerian lembaga untuk memastikan stok pangan.

Pasalnya, strategi penanganan Covid-19 tidak bisa hanya melakukan pendekatan medis dan psikologis. Tapi, pemerintah juga harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi  

Beberapa langkah utama yang harus dilakukan adalah memastikan pergerakan roda perekonomian masyarakat tetap berjalan. Berdasarkan data yang dihimpun Gugus Tugas, ada 2,5 juta petani yang kesulitan menjual hasil pertanian dan perkebunan,

Karena itu, Doni Monardo mengajak kementerian lembaga terkait, khususnya Kementerian Perindustrian dan Kepala Daerah, untuk mengatasi masalah pangan dengan inovasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Apa yang sudah dijalankan dengan baik di Jawa Tengah, Salatiga dan Sumatera Barat, di mana pasar tradisional tetap berjalan dengan penerapan yang berbeda dari biasanya," tuturnya dalam dalam rapat tertutup virtual bersama Komisi VI DPR RI, di Gedung Graha BNPB, Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (2/5).

Para pedagang, lanjut Doni Monardo, bisa ditertibkan untuk mengikuti protokol kesehatan. Yakni berupa menjaga jarak aman 1 sampai 2 meter. Kemudian berjualan di luar ruangan yang telah diatur oleh pemerintah daerah setempat.

Selain daripada itu, para pedagang atau penjual juga diwajibkan untuk melaksanakan anjuran pemerintah lainnya, yaitu dengan tetap memakai masker dan rajin mencuci tangan.

Semua yang diutarakannya tersebut, dijelaskan Doni Monardo, dimaksudkan untuk memberi kepastian penghidupan untuk masyarakat. Sebab ia mengaku tidak ingin melihat ada masyarakat yang kelaparan, karena wabah virus asal Wuhan, China ini.

"Hungry man becomes angry man. Kita tidak ingin arahnya ke sana," Doni menegaskan. (*)
close