Disinggung Trump Soal Lemahnya Penanganan Virus Corona, Ini Kata Swedia
logo

9 April 2020

Disinggung Trump Soal Lemahnya Penanganan Virus Corona, Ini Kata Swedia

Disinggung Trump Soal Lemahnya Penanganan Virus Corona, Ini Kata Swedia

GELORA.CO - Pemerintah Swedia menolak klaim Presiden AS Donald Trump bahwa kebijakannya dalam mengendalikan penyebaran virus Corona terlalu lemah. Trump juga menyebut Swedia sangat menderita.
Saat briefing Gedung Putih, seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (9/4/2020), seorang wartawan menanyakan Trump saran apa yang ingin disampaikannya kepada para pemimpin negara yang skeptis soal langkah-langkah social distancing. Trump pun menjawab: "Tidak terlalu banyak yang seperti itu... Mereka bicara tentang Swedia, namun Swedia sangat menderita."

Swedia hingga kini tidak menerapkan penguncian (lockdown) untuk menekan penyebaran virus Corona, seperti yang banyak dilakukan negara-negara Eropa lainnya.

Negara tersebut hanya menyerukan warganya untuk bertanggung jawab dan mengikuti panduan social distancing dan tetap di rumah jika mereka mengalami gejala awal COVID-19. Swedia juga melarang pertemuan lebih dari 50 orang dan melarang kunjungan ke panti-panti jompo.

Namun sekolah dasar, toko, kafe, restoran dan bar tetap buka seperti biasa.

Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde membantah klaim Trump bahwa Swedia tidak banyak berbuat untuk mengendalikan virus Corona.

"Kami melakukan hal-hal yang sama yang banyak dilakukan negara-negara lain, namun dengan cara yang berbeda," kata Linde kepada televisi TV4.

Kami percaya masyarakat bertanggung jawab," imbuhnya.

Hingga Rabu (8/4) waktu setempat, otoritas kesehatan Swedia melaporkan 8.419 kasus positif Corona, dengan 687 kematian.

Ahli epidemiologi di Badan Kesehatan Publik Swedia, Anders Tegnell juga membantah pernyataan Trump bahwa negara tersebut lebih menderita dibanding negara-negara lain.

"Tidak, kami tidak setuju dengan opininya (Trump)," tuturnya.

"Tentu saja kami menderita. Semua orang di dunia menderita saat ini, dengan cara yang berbeda-beda," cetusnya.

"Namun layanan medis Swedia, yang saya kira dia singgung ... sedang mengurus ini dengan sangat baik. Ini kerja berat, banyak tekanan pada personel dan itu benar-benar perjuangan untuk mereka setiap hari, tapi itu berhasil," tandasnya.(dtk)