TPNPB Klaim Tembak Mati 17 TNI Dan Polisi, "Kasihan Mereka Punya Istri Dan Anak"
logo

9 Maret 2020

TPNPB Klaim Tembak Mati 17 TNI Dan Polisi, "Kasihan Mereka Punya Istri Dan Anak"

TPNPB Klaim Tembak Mati 17 TNI Dan Polisi, "Kasihan Mereka Punya Istri Dan Anak"


GELORA.CO - Komandan Operasi Umum, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Mayjen Lekagak Telenggen mengklaim pasukannya telah menembak mati 17 anggota TNI dan polisi di Tembagapura, Papua.

Menurut Lekagak, perang antara TPNPB dengan aparat gabungan TNI dan Polri telah dimulai sejak 26 Februari 2020 hingga 6 Maret 2020.

“Pasukan saya berhasil tembak mati 17 anggota pasukan keamanan Indonesia dan luka-luka kami belum ketahui,” tutur Lekagak dalam keterangannya.

Lekagak berharap pimpinan militer dan polisi Indonesia segera mengakui korban anggota mereka yang tewas ditembak pasukan TPNPB.

“Kasihan, mereka punya istri dan anak-anak. Kenapa pemerintah Indonesia sembunyikan korban anggota pasukan militer dan polisi Indoesia yang tewas ditembak pasukan TPNPB?,” tambahnya.

Lanjut Lekagak mengatakan, pasukannya tidak mau dilabeli sebagai perang KKB, KKSB OTK, dan stigma lainnya.

“Ingat bahwa kami yang saat ini perang di areal PT. Freeport Indonesia dan menguasai wilayah Tembagapura adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, yang mana telah dan sedang melakukan pembelaan dan perlindungan terhadap rakyat dan negeri kami, yaitu Papua Barat,” katanya.

Lekagak juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat bocoran bahwa bahwa Komando Pasukan Khusus (Kopassus) didikan Prabowo Subianto, diam-diam telah mengirim pasukannya Ke Papua dan menggunakan senjata canggih yaitu snaiper dan siapkan pesawat tempur jet.

Meski begitu, Lekagak tak gentar. Ia dan pasukannya siap meladeni Kopasus di tanah Papua.

“Kami adalah tuan tanah, pemilik Gunung Nemangkawi. Mau pasukan merah kah, pasukan Amerika kah, silakan datang, karena kami siap. Nanti kami akan menyaksikan seleksi Tuhan dan alam di atas tanah ini,” tutur Lekagak.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal membantah keras pernyataan Lekagak yang menyebut 17 anggota TNI-Polri ditembak mati.

Ia menyebut sampai saat ini belum ada laporan dari anggota di lapangan tentang anggota TNI-Polri yang gugur karena kontak tembak dengan KKB di Tembagapura.

“Sampai siang ini kami belum menerima laporan adanya kontak tembak yang menewaskan personel TNI maupun Polri di Tembagapura. Jadi kami pastikan pernyataan dari kelompok itu (KKB) tentang 17 orang meninggal itu tidak benar atau hoaks,” kata Kamal dalam siaran persnya, Minggu (8/3).[psid]
loading...