Tak Patuhi Instruksi Pemerintah Soal Social Distancing, Warga Garut: Kalau Nggak Kerja, Nggak Makan

Tak Patuhi Instruksi Pemerintah Soal Social Distancing, Warga Garut: Kalau Nggak Kerja, Nggak Makan

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Imbauan pemerintah soal social distancing dalam mencegah penyebaran virus corona tampaknya masih belum ditaati oleh warga Kabupaten Garut.

Pantauan Kantor Berita RMOLJabar, jalan-jalan protokol di Garut masih ramai. Begitu pula dengan pertokoan yang masih banyak yang buka dan dikunjungi konsumen.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Imbauan tak beraktivitas di luar rumah dari Bupati Garut dinilai warga tak disertai solusi untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari mereka.

Salah satunya disampaikan oleh Eko Sanjaya (29), salah satu marketing perumahan. Menurut Eko, ia masih melakukan aktivitasnya seperti biasa karena terpaksa.

“Kalau takut sih takut (terpapar virus corona), tapi ya mau gimana lagi kalau nggak kerja nggak bisa makan,” ucapnya, Senin (23/3).

Sama halnya dengan Ian Sopian (45) warga Tarogong Kaler yang juga masih beraktivitas seperti biasa. Menurutnya, ia yang bekerja serabutan masih tetap menarik becak untuk mencari penghidupan.

Kalau saya nggak narik ya saya nggak dapat uang, sementara saya saat ini tidak bisa makan kalau saya tidak narik,” katanya.

Diketahui, Minggu (22/3) Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau masyarakat untuk tidak banyak beraktivitas di luar rumah. Rudy juga memerintahkan jajarannya (Satpol PP) berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan penjagaan di perbatasan.(rmol)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita