Erick Thohir Klaim Stok Aman, Masker di Kimia Farma Cianjur Ternyata Kosong

Erick Thohir Klaim Stok Aman, Masker di Kimia Farma Cianjur Ternyata Kosong

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Ketersediaan masker di Cianjur semakin langka, tidak hanya di apotek biasa, stok masker di apotek Kimia Farma juga kosong. Bahkan kekosongan sudah terjadi sejak sebulan lalu.
Padahal beberapa hari lalu, Menteri BUMN Erik Tohir memastikan 1.300 apotek dari PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyediakan masker untuk masyarakat dengan harga Rp 2.000 per buah.

Untuk menambah ketersediaan masker, BUMN Farmasi itu akan kembali menambah pasokan dengan memesan 7,2 juta masker.

Kekosongan stok masker di Apotek Kimia Farma Cianjur, terungkap saat Polres Cianjur menggelar sidak ketersediaan masker di sejumlah apotek di wilayah perkotaan.

"Sebulan yang lalu kita terakhir jual di sini. Kemarin sempat dipasang pemberitahuan stok habis, termasuk sanitezer juga habis," tutur Siti Rosita, Apoteker Kimia Farma di Jalan Dr Muwardi kepada wartawan usai sidak, Senin (9/3/2020).

Menurut Siti, pihaknya sudah mencoba mencari stok tambahan, mengingat permintaan masker masih tinggi. "Distributornya juga kosong," tambahnya.

Untuk harga, di Apotek Kimia Farma masih standar, yakni Rp 1.500 - Rp 2.000 per buah.

Saat ini pihak apotek lebih fokus pada sosialisasi terkait penggunaan masker, sehingga jika stok sudah kembali ada, penggunaannya bisa tepat sasaran. "Kita lebih ke sosialisasi, di mana masker digunakan untuk yang sakit. Kalau sudah ada nanti pasti kami beritahukan pada masyarakat," kata dia.

Sementara itu, Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto, mengatakan, pihaknya baru mendapati stok masker benar-benar kosong, termasuk di Apotek Kimia Farma. Sebab sebelumnya masih ada apotek yang menjual.

Meski tidak bisa memastikan kapan stok akan kembali tersedia, Juang mengaku bakal berusaha agar sesegera mungkin apotek bisa memiliki lagi stok masker.

"Kalau sebelumnya masih ada satu atau dua apotek yang punya stok, tapi sekarang sudah kosong. Kami berusaha bagaimanapun caranya stok itu kembali ada. Tapi kami berharap masyarakat tidak bergantung pada masker, lebih baik jaga kesehatan dan kondisi tubuh," tandasnya.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita