Cawalkot Mumu Sindir Ati yang Sebut Bukan Keturunan Dinasti Korupsi
logo

8 Maret 2020

Cawalkot Mumu Sindir Ati yang Sebut Bukan Keturunan Dinasti Korupsi

Cawalkot Mumu Sindir Ati yang Sebut Bukan Keturunan Dinasti Korupsi

GELORA.CO - Bakal calon wali kota Cilegon Ali Mujahiddin (Mumu) menyindir pesaingnya Ratu Ati Marliati yang menyebut dirinya bukan keturunan dinasti korupsi. Mumu mengatakan Ati sekedar klaim semata.

"Soal yang bersangkutan mengklaim bahwa dirinya anak pejuang bukan anak koruptor, silakan saja namanya juga ngaku-ngaku. Toh masyarakat juga tau fakta yang sesungguhnya, sebenarnya yang bersangkutan itu anak pejuang? apa anak koruptor? jawab lah yang jujur dan jangan dibolak balik," ujar Mumu kepada wartawan, Minggu (8/3/2020).

Ati memiliki tagline 'Sukses Cilegon Tak Boleh Henti'. Tagline itu lantas dilawan oleh Mumu dengan slogan 'Dinasti dan Korupsi Hari Terhenti'. Kalimat itu terpasang di baliho-spanduk Mumu di jalan protokol Cilegon.

Soal tagline 'Dinasti dan Korupsi Harus Terhenti' yang dipersoalkan oleh bakal calon pertahana karena dianggap menyinggung dianggap menyinggung perasaan masyarakat itu masyarakat yang mana ya? Kami kira tag line 'Dinasti Korupsi Harus Terhenti' itu kalimat sederhana yang normatif, tidak melanggar aturan dan undang-undang dan sama sekali tidak mengandung unsur provokatif biasa-biasa saja. jika ada bakal calon pertahan mengusung tage line 'Sukses Cilegon Tak Boleh Henti' itu silahkan saja tapi tentunya 'Dinasti & Korupsi Harus Terhenti'. Jadi tidak perlu ada yang tersinggung jika dirinya tidak merasa," kata Mumu.

Ati sebelumnya menjawab sindiran yang digaungkan Mumu dengan menyebut bukan keturunan dinasti korupsi. Ati menegaskan dirinya adalah keturunan pejuang.

"Bahwa saya adalah anak pejuang, bukan anak dinasti turunan korupsi. Saya sampaikan bahwa sukses kita, sukses Cilegon, tak boleh henti," kata Ati, yang merupakan Wakil Wali Kota Cilegon, saat menyampaikan sambutan pada acara pengukuhan tim pemenangan partai dan relawan, Sabtu (7/3).(dtk)
loading...
close
Subscribe REKAT TV