Ternyata, Santang Preman Sadis Yogya Serahkan Diri ke Polisi Diantar Ibu
logo

15 Februari 2020

Ternyata, Santang Preman Sadis Yogya Serahkan Diri ke Polisi Diantar Ibu

Ternyata, Santang Preman Sadis Yogya Serahkan Diri ke Polisi Diantar Ibu

GELORA.CO - Seorang preman sadis di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Santang (37), menyerahkan diri ke polisi. Residivis berbagai kasus itu mendatangi Polda DIY dengan diantar oleh sang ibu.
Video Santang menyerahkan diri tersebut beredar salah satunya melalui WhatsApp Grup. Saat dilihat detikcom, tampak Santang berpakaian hitam bersama seorang wanita tua.

Wanita itu terlihat mengenakan kebaya warga gelap dan jarik warna cokelat. Mereka duduk di lobi ruang Ditreskrimum Polda DIY. Tampak sejumlah pria bersama Santang dan ibunya.

Saat dimintai konfirmasi, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto membenarkan bahwa Santang menyerahkan diri dengan diantar ibunya. Yuliyanto juga membenarkan sosok wanita yang ada dalam video berdurasi 30 detik itu adalah ibu Santang.

"Ya (ibu Santang)," kata Yuliyanto menjawab pertanyaan detikcom soal sosok ibu Santang itu melalui pesan singkat, Jumat (14/2/2020).

Santang menyerahkan diri ke Polda DIY pada Kamis (13/2) kemarin. Dari catatan polisi, Santang merupakan residivis dalam berbagai kasus. Tercatat sudah empat kali dia keluar-masuk bui.

Yuliyanto mengatakan Santang merupakan residivis dan catatan kejahatannya mulai dari penganiayaan, perkosaan hingga perampokan.

"Dia (Santang) termasuk residivis. Pernah terjerat kasus penganiayaan, pemerkosaan dan perampokan juga," kata Yuliyanto saat rilis kasus di Mapolda DIY, Jumat (14/2).

Di tempat sama, Direktur Reskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudi Satria mengatakan, aksi teranyar Santang adalah melakukan kekerasan jalanan atau klitih di kawasan Nanggulan, Kulon Progo, Sabtu (1/2) malam.

Kala itu korbannya, Marsudi (40), sedang dalam perjalanan memancing tiba-tiba dibacok dan terkena di bagian kepalanya. ini mengalami luka bacok di kepala bagian belakang.

Selain itu, pria yang punya tato di kepalanya itu juga tercatat melakukan penganiayaan di daerah Minggir, Sleman, pada Senin (27/2) lalu. Pada kasus penganiayaan di Minggir, Sleman ini Santang juga tega menyekap korban.

"Kami analisa TKP yang di Minggir. Kami buru empat tersangka itu, lalu muncul TKP lagi di Nanggulan yakni penganiayaan. Saat kami telusuri salah satu pelakunya Santang ini," kata Burkan.

Burkan menyebut Santang termasuk preman yang meresahkan di kawasan Minggir, Sleman. Setiap mabuk, Santang suka gelap mata.

"Dari informasi, Santang ini cukup meresahkan di daerah Minggir karena suka memalak warung saat dalam kondisi mabuk," tuturnya.(dtk)