Survei Pilpres 2024: Elektabilitas Sandiaga Uno dan Anies Baswedan Ungguli Ganjar Pranowo, AHY hingga Ridwan Kamil

Survei Pilpres 2024: Elektabilitas Sandiaga Uno dan Anies Baswedan Ungguli Ganjar Pranowo, AHY hingga Ridwan Kamil

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Pemilihan Presiden (Pilpres 2024) berlangsung masih lama, namun terdapat nama-nama tokoh yang muncul menjadi kandidat saat Pilpres nanti.

Lembaga survei dari Politika Research and Consulting (PRC) dan Parameter Politik Indonesia (PPI) memaparkan hasil survei bertema "Proyeksi Politik 2024" di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta Pusat, Minggu siang (23/2).

Survei ini melibatkan 2.197 responden di 34 provinsi dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,13 persen.

Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno mengatakan, survei yang dilakukan dalam rangka melihat proyeksi politik 2024 itu membeberkan sebanyak 15 nama tokoh yang memiliki elektabilitas yang baik.

15 tokoh tersebut diantaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan; Sandiaga Uno; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo; Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil; Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ustaz Abdul Somad, Gatot Nurmantyo, Susi Pudjiastuti, Andika Perkasa, Erick Thohir, Puan Maharani, Moeldoko, Nadiem Makrim, Airlangga Hartarto dan Budi Gunawan.

Hasil survei yang dilakukan sejak 25 Januari 2020 hingga 10 Februari 2020, Sandiaga Uno dan Anies Baswedan memperoleh elektabilitas paling baik dari 15 tokoh tersebut.

"Kita tanya ke responden, jika pemilu presiden diadakan hari ini siapa calon presiden yang akan Bapak Ibu pilih dari 25 nama calon. Hasilnya, Sandiaga Uno memperoleh 17,9 persen dan Anies Baswedan sebesar 11,9 persen," ucap Adi Prayitno saat memaparkan hasil survei, Minggu (23/2).

Dari kedua tokoh yang memiliki elektabilitas baik itu disusul oleh Ganjar Pranowo dengan perolehan 11,2 persen responden memilih, disusul lagi AHY sebesar 8,4 persen dan Ridwan Kamil 7,3 persen. Sedangkan 10 tokoh lainnya memperoleh dibawah 6 persen responden memilih.

Survei ini dilakukan dengan metode multistage random sampling di 220 Desa atau kelurahan di seluruh Indonesia.(rm)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita