Bola Salju Kontroversi Penggerebekan PSK oleh Andre Rosiade
logo

6 Februari 2020

Bola Salju Kontroversi Penggerebekan PSK oleh Andre Rosiade

Bola Salju Kontroversi Penggerebekan PSK oleh Andre Rosiade

GELORA.CO - Politikus Partai Gerindra Andre Rosiade menyulut isu kontroversial lewat kabar penggerebekan pekerja seks komersial (PSK) di Padang, Sumatera Barat.
Ini adalah cerita tentang penggerebekan prostitusi daring (online) di Padang, Sumatera Barat, dilakukan Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar, di hotel kawasan Bundo Kanduang, 26 Januari lalu. Rumor beredar, PSK dijebak lewat skenario tertentu yang dibikin Andre Rosiade. Ada kabar pula, PSK berinisial N itu sudah disuruh melayani penjebaknya terlebih dahulu sebelum digerebek polisi.
Andre menyangkal adanya unsur penjebakan dalam penggerebekan ini. Andre mengatakan, berdasarkan pengakuan si pemesan, PSK-nyalah yang agresif kepada pemesan. Pemesan, menurut Andre, tidak mungkin menggunakan pelayanan PSK itu karena dia hanya ingin membuktikan adanya kegiatan prostitusi online.

"Masyarakat yang memesan, bukan saya yang memesan, masyarakat yang hadir di situ yang memesan, dan masyarakat itu yang menunggu di dalam kamar," kata Andre kepada wartawan, Rabu (5/2/2020).


Kabid Humas Polda Sumatera Barat (Sumbar) Kombes Stefanus Satake Bayu mengatakan Andre-lah yang melaporkan soal adanya prostitusi di Padang itu. Meski begitu, tak ada unsur penjebakan di sini.

"Memang Pak Andre itu menghubungi polisi tentang adanya prostitusi online kemudian dilakukan penggerebekan di hotel," kata Kombes Stefanus Satake Bayu.

Bola salju menggelinding

Komnas Perempuan pun menyoroti Andre dan menyayangkan upaya penggerebekan ini. Komnas Perempuan menyarankan semestinya Andre cukup dengan merujuk pada penelitian untuk membuktikan adanya prostitusi di Sumbar. Tak perlu ada kegiatan sensasional semacam itu, kata Komisioner Komnas Perempuan Siti Aminah.

Di Gedung DPR, isu terkait penjebakan PSK ini bergulir sampai sudut ruang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Lembaga etik ini membuka kemungkinan memanggil Andre untuk dimintai keterangan perihal isu kontroversial ini.
Bisa aja MKD jemput bola panggil yang bersangkutan karena di dalam tata beracara juga dimungkinkan dan harus responsif terhadap iisu-isu yang muncul di masyarakat menyangkut kehormatan anggota Dewan," kata Wakil Ketua MKD DPR Fraksi PDIP Trimedya Panjaitan saat dihubungi wartawan, Rabu (5/2/2020).

Politikus Partai NasDem yang duduk di Komisi III DPR, Taufik Basari mendorong para pihak yang merasa dirugikan oleh Andre melapor ke MKD DPR.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyoroti isu Andre menjebak PSK ini. Mardani memang sempat terlibat saling sindir dengan Andre soal maksiat di Padang. Menurut Mardani, mencegah keburukan tak dapat dilakukan dengan cara yang buruk. Mardani mengingatkan pesan amar makruf nahi mungkar atau mengajak kebaikan dan mencegah keburukan.

"Kedua, nahi mungkar tidak dapat dilakukan dengan cara yang mungkar. Tetap nahi mungkar mesti dengan cara yang ma'ruf. Tidak boleh menambah kemungkaran," sebut Mardani.

Anggota MKD dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman, tampil membela Andre. Dia menilai Andre tidak bersalah. "Ya kan dia membongkar prostitusi, apa yang salah? Kalau saya justru mau kasih Andre penghargaan sebagai anggota DPR pembongkar maksiat," sebut Habiburokhman.

Wakil Ketua MKD, Andi Rio Pandjalangi, menilai Andre bisa berandil membongkar prostitusi asalkan berkoordinasi dengan polisi. Andre terdaftar sebagai anggota Komisi VI DPR yang mengurusi masalah dengan BUMN, tapi Andre menguak kasus yang berkaitan dengan hukum, yang merupakan tugas Komisi III.

"Yang penting Andre sudah kasih informasi, koordinasi ke polisi. Gerebeknya kan juga sama polisi. Justru kita harus apresiasi karena dia membongkar (prostitusi di Padang)," sebut Andi.

Polda Sumbar mengapresiasi dan berterima kasih kepada anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade, yang membantu tugas kepolisian mengungkap praktik prostitusi di Padang.

"Apa yang dilakukan Pak Andre (Rosiade) adalah sesuatu yang sangat membantu tugas kepolisian. Dalam kasus ini, Andre memberikan informasi kepada kita tentang adanya prostitusi online tersebut," kata Kombes Stefanus Satake Bayu.(dtk)

Loading...
loading...