3 Keunggulan Hunian Berkonsep Co-living
logo

19 Februari 2020

3 Keunggulan Hunian Berkonsep Co-living

3 Keunggulan Hunian Berkonsep Co-living

GELORA.CO - Selain harga dan lokasi, pengembangan proyek properti hunian biasanya dipengaruhi oleh tren konsep hunian yang berkembang pada suatu zaman. Contoh saja konsep hunian minimalis yang populer, hampir semua developer mengusung konsep hunian ini. 

Bicara tentang tren sebuah konsep hunian di zaman sekarang , konsep co-living bisa dikatakan adalah yang paling digemari dalam waktu belakangan ini. 

Konsep hunian yang menjadi tren tempat tinggal di dunia dalam satu dekade terakhir ini pada dasarnya muncul semenjak abad ke-19  di negara-negara barat. Co-living atau communal living secara sederhana diartikan sebagai konsep hunian bersama. Terinspirasi dari model hunian selayaknya asrama atau kos-kosan, hunian co-living dikembangkan dengan memperhatikan aspek kenyaman tinggal pemukim serta aspek efisiensi. Efesiensi disini dapat berarti efisiensi harga maupun efisiensi ruang.

Diadaptasi sejak abad ke-19 di negara-negara barat, co-living secara sederhana didefinisikan sebagai konsep hunian bersama. Mengambil model hunian seperti asrama atau rumah kost, konsep co-living dikembangkan dengan menggabungkan aspek kenyamanan tinggal pemukim baik dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial antar pemukim.

Selain jaminan privasi dan kehidupan sosial yang terbaik, masih ada lagi keunggulan-keunggulan yang  dimunculkan oleh hunian berkonsep co-living. Apa saja kira-kira keunggulan dari hunian berkonsep co-living tersebut, di bawah ini adalah penjelasannya.

Harga Terjangkau
Keunggulan yang paling nyata dalam hunian berkonsep co-living terletak dari banderolan harganya. Dilansir dari Lamudi.co.id, dari berbagai macam belahan dunia yang mengembangkan hunian berkonsep ini rata-rata menawarkan harga sangat terjangkau hingga dapat dimiliki oleh masyarakat berpendapatan menengah ke bawah. Ini juga termasuk proyek-proyek hunian co-living yang mulai dikembangkan pada kawasan Jabodebek
Misalnya saja contoh apartemen The Parc yang dikembangkan pada kawasan superblok terbaru SouthCity di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Dikembangkan oleh developer PT Setiawan Dwi Tunggal, apartemen The Parc menawarkan harga mulai dari Rp350 jutaan saja. Selain harganya yang terjangkau, terdapat kemudahan dalam pembayaran down payment harga unit apartemen The Parc yang bisa dicicil hanya 1 jutaan per bulannya

Compact dan Fungsional

Keunggulan kedua dari hunian co-living datang dari aspek desain bangunan maupun unit-unit yang ditawarkan. Berlandaskan pada hakikat hunian co-living yang ditujukan untuk milenial yang menginginkan hunian kompatibel, baik bangunan maupun unit hunian dirancang dengan pemaksimalan fungsi dari area-area yang ada. Setiap area dalam unit maupun bangunan pasti memiliki fungsi yang jelas dalam pemanfaatannya. Dalam pengaplikasiannya, para developer tidak segan untuk menyediakan beragam elemen dalam area-area tersebut seperti furnitur, aksesoris, ataupun fasilitas guna memperjelas manfaat yang bisa didapatkan oleh para pemukim.

Mendekatkan Komunitas

Fenomena masyarakat yang semakin individualis seiring bergantinya zaman kini mungkin sudah tidak dapat dipungkiri lagi.  Namun, perlu dipahami juga pemukim adalah manusia yang pada dasarnya diciptakan sebagai makhluk sosial. Dimana ditengah-tengah kesibukan dalam kehidupan pribadinya, manusia tentu membutuhkan interaksi antar sesama. 

Interaksi yang baik dalam lingkungan hunian ini menjadi landasan dasar para developer mengembangkan hunian berkonsep co-living. Tujuannya yakni untuk membentuk kehidupan sosial yang harmonis diantara para pemukim. Demi mewujudkan hal tersebut, developer hunian co-living mengusung beragam fasilitas umum khusus pemukim yang tidak hanya mempertemukan antar para pemukim saja namun juga membentuk sebuah komunitas kecil dalam interaksi sosial. (*)