Partai Penista Agama justru Suaranya Naik, Zulhas Ajak Tinggalkan Jualan Surga dan Neraka

Partai Penista Agama justru Suaranya Naik, Zulhas Ajak Tinggalkan Jualan Surga dan Neraka

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, meminta strategi partai ke depan untuk dirumuskan lebih baik. Jualan agama, menurutnya, bukan cara yang baik. Terbukti PAN justru terseok-seok di papan bawah.

Dalam pemilu nasional, PAN hanya mendapat urutan ke-8. Kursi DPR pun tak sesuai target, hanya 44 dari 60 yang ditargetkan. Beberapa daerah, kursi PAN hilang seperti di Jawa Tengah.

Zulkifli mengatakan, di Jawa Tengah yang sebelumnya 8 kursi, tapi pada pemilu legislatif 2019 tidak dapat sama sekali. Dia mengatakan jualan surga dan neraka tidak ampuh maka harus ditinggalkan.

"Perlu kita evaluasi lagi. Perlu pragmatis dalam artian yang positif. Jual surga dan neraka nggak diterima lagi. Ini yang perlu kita diskusikan panjang," kata Zulkifli dalam pembukaan Rakernas V PAN di Jakarta, Sabtu 7 Desember 2019.

PAN yang pada pemilu legislatif lalu saja, kata Zulkifli, harus menduduki urutan ke 8. Sementara yang tidak jualan surga neraka, mampu berada di urutan atas 4-5.

Zulkifli melihat perkembangan ke depan adalah bukan lagi soal surga dan neraka. Tetapi mengenai kerja nyata para kader PAN yang itu bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Apa yang kita perjuangkan dan dirasakan mereka itu yang kita perlukan, ketimbang slogan oposisi atau tidak opisisi. Itu pendapat saya. Substansi," katanya.

Dalam pemilu lalu, lanjut Zulkifli, ada yang disebut-sebut sebagai partai penista agama. Tetapi justru posisinya jauh di atas melampaui suara PAN.

"Ada teman kita partai satu, sahabat kita, yang kadang-kadang juga disebut penista agama. Tapi karena dia buat sesuatu misalnya walaupun kita tentang pada waktu itu ada beberapa poin, melahirkan UU Pesantren, suaranya naik." []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita