Muwafiq Sebut Waraqah bin Naufal Seorang Dukun, KH Luthfi Bashori Alwi: Dusta Besar!

Muwafiq Sebut Waraqah bin Naufal Seorang Dukun, KH Luthfi Bashori Alwi: Dusta Besar!

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari Malang KH Luthfi Bashori Alwi membantah ceramah seorang pendakwah  yang menyebutkan Waraqah bin Naufal seorang dukun.

Menurut Kiai Luthfi, demikian ia akrab disapa, Waraqah Bin Naufal adalah sepupu Ibunda Hadijah, Istri Nabi Muhammad ﷺ, yang dalam sejarah, ia dikenal sebagai seorang Nashrani yang beriman pada kitab-kitab terdahulu yang hidup sebelum Nabi diangkat sebagai seorang Rasul.

“Dia sangat rajin belajar kitab-kitab Samawi, tidak menyembah berhala. Dikenal menguasai isi rahasia kitab suci, di antaranya akan datang seorang nabi akhir zaman,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dikirim ke redaksi Selasa (10/12).

“Adalah salah besar dan sebuah kebohongan publik kalau ada yang mengatakan Waraqah bin Naufal adalah seorang dukun,” tambahnya.

Ketua Umum Pesantren Ilmu Alquran (PIQ) Singosari Malang ini mengatakan, penyebutan dukun kepada Waraqah bin Naufal jelas menyesatkan.

“Masak Nabi Muhammad mendatangi dukun. Nabi diantar Hadijah kepada orang sholeh. Apalagi dukun itu adalah orang-orang yang menyembah selain Allah. Atau orang-orang yang meminta bantuan selain Allah, kepada Jin atau Syaitan,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam sebuah postingan yang dikirim ke redaksi, ia mengutip situs resmi  resmi NU, nu.or.id, yang menulis riwayat Waraqah bin Naufal, yang menjelaskan,   Waraqah seorang yang menguasai kitab-kitab suci terdahulu, khususnya Yahudi dan Nashrani. Di mana di saat mayoritas orang Quraisy menyembah berhala, Waraqah mempercayai tradisi agama-agama terdahulu dan menolak menyembah berhala. Ia mencari agama yang lurus (al-millah al-hanafiyyah) dan ajaran Ibrahim (al-syarî’ah al-ibrâhimiyyah), sebagai tercatat dalam Nawâdir al-Mahthûthât.

Imam Ibnu Abi Syaibah, dalam al-Mushannaf dan Imam Abu al-Qasim al-Suhaili  dalam al-Raudl al-Unuf menulis satu paragraf khusus membahas kedudukan Waraqah bin Naufal di akhirat.

“Kemudian Waraqah meninggal (tak lama setelah meyakini kenabian Muhammad), maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku melihat sang pendeta (Waraqah bin Naufal) di Surga mengenakan baju hijau.” Dan ia  dimasukkan sebagai seseorang yang beriman kepada nabi sebelum masa diutus.

Sebelumnya, beredar di media sosial ceramah pendakwah Ahmad Muwafiq di sejumlah channel Youtube yang menjelaskan tentang sejarah kerasulan Nabi Muhammad.

Diceritakan dalam ceramahnya, Rasulullah saat itu didatangi mahluk tinggi besar, mungkin demit (hantu, Jawa). Nabi akhirnya dicarikan seorang dukun yang terkenal saat itu oleh Siti Hadijah, bernama Waraqah Bin Naufal.

Selanjutnya, menanggapi ceramah itu, pria  yang pernah nyantri di di bawah bimbingan Syeikh Muhammad Alwi Al Maliki Al Hasani (alm) antara 1987 – 1991 di Makkah ini mengajak para juru dakwah banyak belajar dan tidak lagi melakukan kebohongan publik.

“Mengatakan dukun kepada Waraqah bin Naufal juga bisa masuk pelecehan terhadap Nabi Muhammad sendiri,” tambahnya. []


BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita