Jubir Wapres soal Sukmawati: Enggak Perlu Dipolisikan

Jubir Wapres soal Sukmawati: Enggak Perlu Dipolisikan

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -  Juru Bicara Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, Masduki Baidlowi meminta kepada semua masyarakat tak perlu ditanggapi dengan serius perihal pernyataan Sukmawati Soekarnoputri soal peran Nabi Muhammad SAW yang disamakan dengan Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno. Sebab, logika yang dibangun oleh anak Soekarno itu tidak cocok.

"Oleh karena itu masyarakat terutama umat Islam saya kira cukup dewasa. Kita meyakini bahwa umat Islam sangat dewasa menanggapi pernyataan atau pidato dari Bu Sukmawati itu. Oleh karena itu enggak perlu diramaikan. Karena ya itu enggak match," kata Masduki di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin, 18 November 2019.

Ia menjelaskan, Sukmawati menghubungkan satu tokoh dengan tokoh yang lain yang tidak selevel. Nabi Muhammad SAW itu zamannya berbeda dengan Soekarno yang jamannya juga berbeda. Di mana Soekarno sangat taat dan sangat menghormati Nabi Muhammad.

"Jadi itu sangat enggak logis. Ya itu sesuatu hal yang tidak perlu ditanggapi, ngapain orang itu enggak logic. Kalau kita nanggepin itu malah kita justru enggak logic juga," katanya.

Semestinya, sebagai tokoh nasional Sukmawati agar lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat kepada masyarakat agar tidak membuat gaduh di tengah masyarakat. Sebab, ia adalah seorang putri proklamator bangsa.

"Kepada Ibu Sukmawati saya kira bagaimana agar tidak banyak melakukan ucapan-ucapan yang kontroversiallah, yang banyak menimbulkan soal yang sebenarnya tidak perlu itu," katanya.

Lalu, bagaiman dengan sekolompok masyarakat yang melaporkan Sukmawati kepada pihak kepolisian karena dugaan melakukan penista agama.

"Hal-hal yang seperti itu kan enggak perlu dibesar-besarkanlah, enggak perlu lah saya kira, dipolisikan atau apa, itu enggak logic," tambahnya.

Sebelumnya, Putri mantan Presiden Soekarno (Bung Karno), Diah Mutiara Sukmawati Sukarnoputri alias Sukmawati menjelaskan maksud pernyataannya terkait Bung Karno lebih berjasa di awal abad ke-20 untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Sukmawati mengaku saat itu bertanya pada awal abad ke-20, yang berjuang memerdekakan Indonesia itu Yang Mulia Nabi Muhammad SAW atau Insinyur Soekarno?

Pertanyaan tersebut dia lontarkan kepada mahasiswa dan generasi muda saat acara Focus Group Discussion (FGD) Divisi Humas Polri bertajuk ‘Bangkitkan Nasionalisme Bersama Kita Tangkal Radikalisme dan Berantas Terorisme’ di Jakarta Selatan pada Senin, 11 November 2019 lalu.

Tujuannya bertanya soal itu menurut Sukmawati adalah ingin mengetahui apakah generasi muda paham dengan sejarah Indonesia atau tidak.

“Ya bertanya, saya ingin tahu jawabannya seperti apa, fakta sejarahnya, pada ngerti enggak sejarah Indonesia? Terus dijawab mahasiswa itu Insinyur Soekarno,” ujar Sukma, saat dihubungi VIVAnews, Jumat, 15 November 2019.

Maka dari itu, Sukmawati menegaskan tidak ada maksud untuk melakukan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW atau membandingkannya dengan Proklamator negeri ini. Dia menjelaskan, pertanyaan itu konteksnya terkait kemerdekaan Republik Indonesia di awal abad ke-20. Sementara para Nabi sudah meninggal dunia pada awal abad 20.

“Ibu hanya bertanya, menurut fakta sejarah di abad 20 di mana pastinya kan nabi sudah tidak ada. Selama ini kan saya agak merasa generasi muda tahu sejarah kemerdekaan yang berdarah-darah enggak sih, itu yang saya ingin tahu juga. Saya mau bertanya saja, di awal abad 20,” kata dia. [vn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita