Gelombang Protes Di Irak Renggut 319 Nyawa

Gelombang Protes Di Irak Renggut 319 Nyawa

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Gelombang protes yang terjadi di Irak selama beberapa pekan terakhir telah merenggut ratusan korban jiwa. Data terbaru menunjukkan bahwa korban meninggal dunia telah mencapai lebih dari 300 orang.

Aksi unjuk rasa teranyar pada Minggu (10/11), merenggut empat korban jiwa di ibukota Baghdad Irak. Dalam aksi tersebut, puluhan orang lainnya juga terluka.

Ketua komisi hak asasi manusia parlemen Irak mengatakan kepada Al Jazeera bahwa 319 orang telah meninggal dunia sejak 1 Oktober lalu. Sementara korban luka telah mencapai 15 ribu orang.


Sebagian besar koban adalah pengunjuk rasa anti pemerintah. Namun tidak sedikit juga petugas keamanan yang meninggal dunia dalam kekerasan yang terjadi.

Pasukan keamanan Irak sendiri tidak segan untuk menggunakan tembakan langsung, peluru berlapis karet, dan gas air mata untuk memadamkan demonstrasi besar-besaran di Baghdad.

Bukan hanya pengunjuk rasa, serangan juga tidak jarang menyasar pekerja medis.

"Mereka menargetkan kami untuk mencegah perawatan terhadap yang terluka," kata salah seorang pekerja medis, Dr Mustafa Fawzi kepada Al Jazeera.

"Dua hari yang lalu di sebuah jembatan, mereka mengejar kita. Kami bersembunyi di jalan-jalan kecil dan mereka menembaki kita dari Humvee. Dari siapa mereka dan dari siapa mereka mendapatkan perintah, kita tidak tahu," tambahnya.

Sementara itu, jru bicara militer Abdul Kareem Khalef membantah bahwa orang-orang bersenjata itu adalah bagian dari pasukan keamanan.

Mereka bukan polisi anti huru hara, mereka bukan bagian dari pasukan kami. Mereka warga sipil, atau milisi, kami tidak tahu. Kami sudah memulai penyelidikan untuk melacak mereka," katanya.

Khalef menambahkan orang-orang yang disebutnya "penyusup" ini juga menyerang pasukan keamanan. (Rmol)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita