Anis-Fahri Ancang-ancang, Layar Partai Gelora Terkembang

Anis-Fahri Ancang-ancang, Layar Partai Gelora Terkembang

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Layar Partai Gelora mulai terkembang. Hari ini, duo eks Politikus PKS Anis Matta dan Fahri Hamzah pun dipilih untuk memimpin partai tersebut.

Sebelum mendapuk Anis Matta dan Fahri untuk mengomandoi, Partai Gelora sendiri telah menggelar konsolidasi. Konsolidasi dilakukan kemarin, Sabtu (10/10) di Hotel Regis Arion, Kemang, Jakarta Selatan. Konsolidasi yang dihadiri para inisiator partai itu juga sekaligus untuk menandatangani akta pendirian partai.

Konsolidasi kemudian berlanjut hingga hari ini. Dalam konsolidasi itu, diputuskan Anis Matta menjadi ketua umum dan Fahri wakil ketua umum. Lalu, Mahfuz Sidik yang juga eks politikus PKS didaulat menjadi Sekjen Gelora.

"Tanggal 10 hari ini, tadi sudah selesai diumumkan bahwa Ketua Umum kita adalah Pak Anis, saya Wakil Ketua Umum, Sekjen-nya Pak Mahfudz Sidik, Bendahara Umum-nya adalah Pak Ahmad Riyaldi. Kami berempat ini memang pernah menjadi anggota DPR," kata Fahri di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).

Tak hanya itu, struktur lain dalam kepengurusan partai pun terus berkembang hingga ke daerah. Dia menyebut ada banyak tokoh yang ingin bergabung dengan Partai Gelora, dari tokoh-tokoh di wilayah hingga tokoh agama. Namun, Fahri belum menyebutkan siapa punggawa-punggawa Partai Gelora lainnya.

"Kemudian struktur lainnya juga berkembang, termasuk kemarin pendiri terus berkembang, misalnya ada Pak Deddy Mizwar. Pokoknya nanti banyak pengurus, ada tokoh-tokoh lain akan masuk. Terus terang kami nggak mau gembar-gembor dulu, ini partai kita mulai dengan low profile. Yang penting adalah penguatan struktur sampai ke daerah, ke wilayah kita perkuat," ujarnya.

Rencananya, Partai Gelora akan dideklarasikan bulan Januari 2020 mendatang. Deklarasi akan dilakukan jika Gelora sudah dinyatakan boleh mengikuti pemilu. Saat ini, Gelora tengah mempersiapkan dokumen kepartaian di Kementerian Hukum dan HAM yang diharapkan selesai pada Januari 2020.

"Deklarasi kan nanti gini, ini kan menurut UU kan dua bulan. Jadi awal Januari lah kira-kira sudah selesai semuanya bersih, dinyatakan boleh ikut pemilu, ya udah baru kita agak ramai," kata Fahri di lokasi yang sama.

Partai tersebut, nantinya, akan mengusung ideologi nasionalis dan agamis dengan berasaskan Pancasila. Sebab, Gelora ingin menghentikan polarisasi partai nasionalis dan agamis.

"Asasnya adalah Pancasila, jati dirinya tetap Islam. Tapi kita ingin menghentikan seluruh perdebatan tentang polarisasi Islam dan nasionalis. Jadi kalau menanyakan apakah ini partai Islam atau nasionalis, ini adalah dua-duanya. Ini adalah partai Islam dan nasionalis, asasnya adalah Pancasila," kata Anis Matta di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/11/2019).

Karena itu, kata Anis, partainya akan membuka diri untuk seluruh komponen masyarakat. Sebab, Partai Gelora disebutnya tidak ingin menyasar target pemilih dari golongan tertentu.

"Nggak (terbatas golongan). Kita akan menyasar seluruh masyarakat Indonesia, tanpa terkecuali. Saya ingin Partai Gelora ini menjadi titik temu seluruh komponen bangsa dari aliran yang berbeda-beda. Jadi ini adalah seperti sungai, kita ingin membuat bangsa ini seluruhnya, dengan semua komponennya, mengalir di situ," jelas Anis.[dtk]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita