Anies Tegaskan Dirinya Tak akan Urus Meme Joker: Kedengkian Itu Enggak Ada Obatnya
logo

4 November 2019

Anies Tegaskan Dirinya Tak akan Urus Meme Joker: Kedengkian Itu Enggak Ada Obatnya

Anies Tegaskan Dirinya Tak akan Urus Meme Joker: Kedengkian Itu Enggak Ada Obatnya

GELORA.CO - Ade Armando mengunggah meme Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Joker untuk memprotes Anies soal kejanggalan anggaran APBD DKI Jakarta 2020.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal Youtube realita tv, Sabtu (2/11/2019), mulanya Anies menjelaskan ketika tidak ada hal yang bisa diprotes, maka yang diungkapkan adalah kekesalan.

"Ketika tidak ada yang bisa diprotes yang diungkapkan adalah kekesalan," jelas Anies.

"Apanya yang mau diprotes?" tambahnya.

Anies mengatakan jika seseorang ingin memprotes sesuatu maka mereka tinggal menunjukkan bukti yang mereka miliki.

"Kalau bisa diprotes tinggal ditunjukkan," jelasnya.

Ia mengatakan apabila ingin protes maka tinggal ditunjukkan apa fakta yang dipunya bagaimana seharusnya kegiatan berjalan.

Anies menambahkan ketika ada ketidakselarasan terhadap rencana dan kenyataan barulah mengajukan protes.

"Ini yang seharusnya (rencana), ini kenyataannya (realita), ada masalah (rencana dan realita tidak sejalan) protes," tegasnya.

Menurut Anies, orang yang tidak bisa menunjukkan hal-hal di atas tidak bisa dianggap protes.

Ia menambahkan hal tersebut hanya kedengkian semata.

"Tapi kalau tidak ada yang bisa dipermasalahkan?" kata Anies.

"Kedengkian itu enggak ada obatnya," kata dia.

Anies mengatakan kedengkian sudah ada sejak masa Rasulullah dan tidak bisa dihilangkan dari manusia.

"Dari zaman Rasullulah enggak ada obatnya," tambahnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) tersebut menjelaskan dirinya tidak akan mengurus kasus meme Joker.

"Saya sih enggak akan mengurusi itu," tegasnya.

Anies mengatakan mengurus hal tersebut hanya membuang-buang waktu.

"Enggak penting, dan sebetulnya sayang-sayang waktu kita ngobrolin urusan yang enggak penting itu," jelas Anies.

Pria yang pernah menjadi rektor Universitas Paramadina tersebut kembali menekankan ketika menghargai diri sendiri, pasti menghargai orang lain.

"Kalau kita menghargai diri sendiri, pasti menghargai orang lain," tambahnya.

Ia menambahkan ketika seseorang memilki adab dan tata krama, maka dirinya juga akan menerapkan hal tersebut kepada orang lain.

"Kalau kita mengerti adab tata krama untuk diri sendiri pasti menerapkan juga pada orang lain," tuturnya.

Video selengkapnya dapat dilihat mulai menit 2:10,


Loading...
loading...