TGB Masuk Rekomendasi PIT Untuk Menteri Jokowi, Ini Alasannya
logo

17 Oktober 2019

TGB Masuk Rekomendasi PIT Untuk Menteri Jokowi, Ini Alasannya

TGB Masuk Rekomendasi PIT Untuk Menteri Jokowi, Ini Alasannya

GELORA.CO - Sejumlah nama diusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk dijadikan pertimbangan dalam memilih menteri di kabinetnya periode 2019-2024.

Setidaknya, ada enam nama yang diusulkan oleh Perhimpunan Indonesia Timur (PIT), salah satunya mantan Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB).

Zainal Majdi sebagai menteri di kabinet Indonesia Kerja Joko Widodo jilid II. Alasannya, TGB sering menghadiri sejumlah dialog masyarakat kawasan Indonesia Timur.

Koordinator PIT, Muhammad Syukur Mandar menyampaikan, sosok TGB kerap menghadiri sejumlah dialog masyarakat kawasan Indonesia Timur. Politisi Golkar itu memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat di NTB dan masyarakat di kawasan timur.

“Kemudian dari sisi potensi, kita anggap punya kemampuan,” ucap Syukurdi kepada Kantor Berita Politik RMOL di acara penyampaian sikap mengenai kondisi Wamena dan rekomendasi calon menteri kabinet kerja Jokowi-Maruf Amin di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Rabu (16/9).

Ia tak sembarangkan memunculkan nama untuk dipertimbangkan presiden. Menurutnya, TGB memiliki kemampuan yang mumpuni dalam hal pemerintahan.

"Kami tidak mau mengusulkan nama yang tidak memiliki kemampuan karena berharap presiden dalam lima tahun ke depan harus mampu menciptakan satu momumen sejarah penting," ungkapnya.

Mengenai isu adanya kasus yang kerap dikait-kaitkan dengan TGB, kata Syukur, PIT menyerahkan sepenuhnya kepada hukum untuk membuktikan.

“Kami serahkan kepada hukum, tetapi usulan berbagai pihak kami tampung, TGB dianggap tokoh potensial dari kawasan timur dari NTB yang mewakili kawasan di kabinet Jokowi,” tandasnya.

Selain TGB, beberapa nama lain yang diusulkan adalah mantan Wakil Ketua DPD RI, Prof. Dr. La Ode Ida; Ketua KSPI, Andi Gani Nena Wea; mantan wakil menteri, Prof. Dr. Alex Retrubun; mantan Menteri PDT, Drs. Manuel Kaisiepo. M.H.; dan Prof. Dr. Letjen (Purn) Syarifuddin Tippe.(rmol)
Loading...
loading...