Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja
logo

22 Oktober 2019

Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

Driver Ojek Online yang Ditabrak Kendaraan Taktis Polisi Saat Demo Ricuh Tak Lagi Bisa Bekerja

GELORA.CO - Irfan Rahmatullah (37), driver ojek online di Makassar, tak lagi bisa bekerja setelah kendaraan taktis milik polisi menabrak Irfan saat aksi unjuk rasa di sekitar Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (27/9/2019). 

Saat ini, Irfan hanya bisa terbaring di kasur kamarnya. 

Irfan bercerita, saat kejadian ia baru saja mengantarkan istri dan anaknya, serta sedang mencari orderan penumpang. 

"Begitu ke arah fly over, saya lihat orang berhamburan. Pas di depan Nipah Mal saya putar balik arah untuk lewat racing. Pas depan kantor gubernur sedikit lagi pembelokan racing center, tidak lama setelah itu saya ditabrak dari arah belakang," kata Irfan saat ditemui di rumahnya di Jalan Tidung VII, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (21/10/2019).

Kejadian itu menyebabkan Irfan harus dioperasi. Paha kirinya mengalami luka serius yang membuatnya tak bisa berdiri. 

Irfan baru dioperasi setelah dua hari pasca-kejadian.  

Irfan menceritakan, sesaat setelah ditabrak, ada beberapa warga yang membawanya ke Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar untuk dioperasi. 

Setelah sempat diberikan pertolongan pertama, dokter lalu menanyakan apakah kakinya mau dioperasi dengan pertimbangan harus membayar biaya di atas Rp 10 juta.  

"Dokter menanyakan mau operasi. Dokter tanyakan soalnya saya kan pasien umum. Saya bilang 'tunggu dulu dok. Saya harus berembuk dengan keluarga'. Keluarga tanyakan biayanya, dokter bilang Rp 10 juta ke atas. Estimasi Rp 20- Rp 30 juta," tutur Irfan.  

Biaya sebesar itu membuat Irfan pada akhirnya menolak untuk dioperasi. 

Ia memilih melakukan pengobatan alternatif dengan pertimbangan biaya yang lebih murah. 

Setelah mengambil keputusan itu, pukul 02.00 Wita pada Sabtu (27/9/2019), Irfan beserta keluarganya dipersilakan pulang. 

Namun, Irfan awalnya menolak untuk pulang. Pasalnya, pengobatan alternatif tidak ada yang buka pada jam tersebut. 

Namun pihak rumah sakit menyatakan jika ingin tinggal setidaknya hingga pukul 6 pagi, ia harus menambah biaya lagi.  

Mendengar kabar tersebut, Irfan  pulang ke rumah pada dini hari menggunakan ambulans yang disiapkan Gojek.  

"Jadi nanti jam 6 ke tempat alternatif ke galesong," kata Irfan.  

Nyatanya, pengobatan alternatif yang dijalani tak membuat luka Irfan membaik. 

Beberapa rekannya sesama pengemudi ojol pun berinisiatif membuka sumbangan membantu pengobatan Irfan.  

Pada Minggu pagi, Babinkamtibmas di wilayah Irfan tinggal, datang menemui ayah satu anak ini. 

Petugas menyatakan pihak Rumah Sakit Bhayangkara Makassar bersedia mengoperasi paha kirinya. 

Tidak lama setelah kedatangan Babinkantimbmas tersebut, PJ Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb datang menemuinya dan memberi sumbangan untuk pengobatan.  '

"Ada telepon Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, dia bilang kalau mau operasi silakan ke RS Bhayangkara. Tidak lama kemudian ada PJ Wali Kota datang, bilang biar pemerintah yang tanggung. Jadi setelah berembuk dengan keluarga sudah fix ke RS Bhayangkara," ucap Irfan. 

Selama delapan hari Irfan menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar secara gratis. 

Pengobatan gratis ini terus berlanjut saat Irfan chek up beberapa hari setelah ia keluar dari rumah sakit.

Namun, Irfan tetap menagih komitmen Kapolda Sulsel untuk tetap memberi sanksi aparat yang telah menabraknya. 

Pasalnya, sampai saat ini ia belum mendengar ada sanksi bagi pengemudi kendaraan taktis yang menabrak dirinya.  

Irfan mengakui bahwa sudah ada Propam Polda Sulsel yang memeriksanya beberapa hari yang lalu. 

Ada tiga penyidik yang menemuinya langsung dan bertanya kronologis kejadian.  

"Propam sudah datang tanya kronologis, ada tiga yang menemui saya. Dia bilang polisi yang tabrak saya sudah dibebastugaskan sementara sampai ada keputusan selanjutnya," ujar Irfan.  

Irfan juga mempertanyakan apakah luka yang dialaminya akan dibiayai hingga sembuh.  

Pasalnya, Irfan tak lagi bekerja dan hingga kini hanya mengandalkan sumbangan yang diberikan PJ Wali Kota Makassar untuk kehidupan sehari-hari.  

"Kata dokter, paha saya tidak boleh ditumpu hingga tiga bulan. Jadi saya pertanyakan apakah biaya pengobatan saya tetap dibiayai atau tidak, apalagi sekarang sudah tidak bekerja," kata Irfan.  

Selain menabrak Irfan, kendaraan taktis juga melindas mahasiswa Unibos. [kom]
Loading...
loading...