Tolak Revisi UU yang Merugikan Rakyat, Ribuan Buruh Bergerak Siap Geruduk DPR

Tolak Revisi UU yang Merugikan Rakyat, Ribuan Buruh Bergerak Siap Geruduk DPR

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Para buruh tak tinggal diam saat mahasiswa dan elemen rakyat lain melakukan aksi unjuk rasa menolak sejumlah RUU yang dianggap bermasalah. Para buruh ini siap bergerak untuk menyatakan penolakan mereka terhadap RUU dan kenaikan iuran BPJS pada Rabu (2/10) lusa.

Koordinator Forum Buruh Kawasan (FBK), Hilman Firmansyah, menegaskan sejarah gerakan buruh tidak akan bisa dipisahkan dari aksi turun ke jalan. Karena, dengan melakukan aksi, buruh punya "senjata" dalam melawan setiap ketidakadilan dan kebijakan yang merugikan.

"Hari-hari ini kita menyaksikan cita-cita kesejahteraan jauh panggang dari api. Deregulasi UU Ketenagakerjaan di depan mata, iuran BPJS Kesehatan akan dinaikkan, Kewenangan KPK diamputasi lewat revisi UU KPK, RKUHP menebar ancaman, RUU Pertanahan serta janji revisi PP 78/2015 Ketenagakerjaan sesuai aspirasi kaum buruh tak kunjung ditepati," ucap Hilman, Senin (30/9).

Hilman menegaskan, para buruh tidak ingin melihat Indonesia berjalan mundur. Dengan melakukan aksi turun ke jalan, maka mereka bisa memaksa pemerintah melakukan kebijakan yang bisa memajukan Indonesia.

"Seruan #2OktoberBuruhBergerak sudah dikumandangkan. Mari bergerak bersama. Menjadi bagian dari 150.000 buruh yang bergerak serentak bersama mahasiswa, pelajar, serta elemen rakyat lainnya," imbuh Hilman.

Rencanya, aksi ribuan buruh akan dipusatkan di Gedung DPR RI Jakarta, sejak pukul 10.00 WIB. Selain itu, aksi ini juga dilakukan secara serentak di 10 provinsi di Indonesia.

"Kita ingin memastikan, anggota DPR RI yang terpilih dan dilantik menjadi wakil rakyat yang sebenar-benarnya," pungkas Hilman. [rm]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita