Doa Jokowi Terkabul

Doa Jokowi Terkabul

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Pengamat politik Adi Prayitno menilai unjuk rasa yang masif beberapa hari ini di tanah air, telah mengobati rasa kangen Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang lama tak didemo.

Adi juga tidak sependapat bahwa aksi mahasiswa menolak RKUHP hingga UU KPK ditunggangi kepentingan politik tertentu. "Tidak usah paranoid juga melihat orang demo banyak begini. Kalau saya sih melihatnya, ini mungkin Tuhan sedang mengabulkan doanya Pak Jokowi. Dulu kan Pak Jokowi kangen didemo mahasiswa. Doanya di akhir jabatan ini dipenuhi, gitu lho," ucap Adi, Rabu (25/9).

Pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini mengatakan, sangat berlebih bila gerakan mahasiswa yang terjadi secara nasional ini disebut ada yang menunggangi. Apalagi dikaitkan dengan upaya menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

"Itu berlebihan kok. Saya dua hari ini kan menyaksikan secara dekat orang yang demo di Jakarta. Kalau melihat orasi teman-teman sederhana saja; tolak RUU bermasalah, revisi UU KPK, RKUHP dan lainnya. Enggak ada misalnya cabut mandat ke pemerintah, enggak ada itu," sebut Adi.

Oleh karena itu, sebelum memberikan pernyataan-pernyataan, direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menyarankan agar elite di lingkaran Istana, datang dan dengar langsung apa yang menjadi tuntutan mahasiswa. Tidak perlu paranoid.

"Namun, kembali lagi, demo-demo ini menurut saya kado indah Tuhan yang diberikan kepada Pak Jokowi atas doa-doanya, terutama yang kangen didemo mahasiswa. Videonya masih ada lho, tidak di-delete itu," kata Adi.

Dia juga menganggap aneh pernyataan dari orang-orang di sekitar Jokowi yang menyebut aksi mahasiswa ditunggangi. Sebab, Presiden ketujuh RI itu sendiri justru tidak memberikan reaksi apa-apa atas berbagai aksi yang dilakukan mahasiswa.

"Jadi kalau ada menteri Pak Jokowi yang ngomong ini ditunggangi, jangan dong. Pak Jokowinya santai-santai saja kok. Jangan lebay juga berekspresi, sekadar ingin menunjukkan kinerja ke Jokowi dengan cara memberikan statamen yang menurut saya tidak beralasan," tandasnya. [nn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita