Diduga Terlibat Suap Impor Bawang Putih, KPK Ciduk Anggota DPR Komisi VI Dari Fraksi PDIP
logo

8 Agustus 2019

Diduga Terlibat Suap Impor Bawang Putih, KPK Ciduk Anggota DPR Komisi VI Dari Fraksi PDIP

Diduga Terlibat Suap Impor Bawang Putih, KPK Ciduk Anggota DPR Komisi VI Dari Fraksi PDIP

GELORA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan sudah mengamankan salah seorang Anggota Komisi VI DPR RI terkait operasi tangkap tangan dugaan suap impor komoditas holtikultura yakni bawang putih.

Tadi sudah diamankan satu orang lagi Anggota Komisi VI DPR RI dan telah berada di KPK untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Dia dibawa tim dari Bandara CGK (Soekarno-Hatta)," ujar Juru Bicara KPK Febri diansyah kepada wartawan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/8).

Diduga pihak yang diamankan adalah Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nyoman Dhamantra.


Diberitakan RMOL sebelumnya, seorang pria diamankan tim KPK keluar dari mobil Innova warna abu-abu dikawal petugas KPK. Dia terlihat menggunakan sweater hitam bercelana jeans dan sepatu sneakers putih.

KPK juga telah mengamankan 11 orang saat operasi senyap tim penindakan antirasuah sejak Rabu (7/8) malam hingga Kamis, siang ini (8/8). Teranyar, 1 orang lagi yang baru saja diamankan dan diterbangkan dari Bali.

"Yang bersangkutan penerbangan dari Bali ke Jakarta. Hingga siang ini totalnya 12 orang yang diamankan ya," kata Febri.

Secara terpisah, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, pihaknya menerjunkan tim penindakan KPK ke wilayah Bali untuk langkah lanjutan dari operasi tangkap tangan yang berhasil mengamankan sekitar 11 orang itu.

Menurut dia, benar bahwa ada salah satu pihak yang segera diamankan di Bali.
Detailnya saya ga tahu. Cuma diperikirakan sedang di Bali. Ke Bali itu apakah kongres atau apakah itu saya engga ngerti. Baru itu aja," kata Alex di Gedung Lemhanas, siang tadi.

KPK juga berhasil menyita uang senilai Rp 2 Miliar dan beberapa mata uang asing lainnya. Saat ini, masih dilakukan penghitungan oleh tim KPK. (Rmol)

Loading...
loading...