Prabowo Kembali ke Rakyat
logo

13 Juli 2019

Prabowo Kembali ke Rakyat

Prabowo Kembali ke Rakyat

*Penulis: Adian Radiatus

Pertemuan Prabowo dengan Jokowi di stasiun dan gerbong MRT jelas sekali memaknai suatu catatan penting dari diplomasi seorang peserta pilpres dan sebagai seorang pemimpin rakyat sejati. Pertama tentu rakyat harus memahami bagaimana dunia luar memandang perseteruan politik resmi pilpres di Indonesia diakhiri. Kedua Prabowo sebagai pribadi ksatria yang tegas menyatakan muncul dan tenggelam bersama rakyat.

Tanpa kita duga sama sekali bukan soal bertemunya, tapi tempat bertemunya itu ditempat umum atau publik area. Mengapa ? Karena Prabowo tidak ingin ada pemanfaatan oleh para akrobator politik tentang deal-deal kekuasaan. Beliau bertemu dan bicara didepan area rakyatnya dan seperti ingin memberi sinyal ‘aku tetap bersamamu’ wahai rakyatku. Tapi sebagai negarawan beliaupun telah menunjukan pada dunia, ‘jangan kau atur bertemu dimana’ , aku kembali bersama rakyatku.

Pertemuan dalam kapasitas sama-sama peserta pilpres ini telah berlangsung dan kita seyogianya dapat memahami beban dipundak Prabowo atas posisi dan kondisi tekanan yang beliau hadapi berbulan-bulan ini. Sejurus kita tentu tidak dapat menyelami sepenuhnya apa yang ada dihati Prabowo, sedih iya, tetapi jelas dari cara dan jalannya membuka pintu pertemuan itu adalah signal bahwa setelah meninggalkan kereta dan stasiun itu maka PRABOWO KEMBALI KE RAKYAT.

Ini artinya rakyat yang harus melanjutkan perjuangan nya melawan ketidak adilan yang dirasakannya, kejahatan yang dilakukan kepada rakyat dan harus rakyat itu sendiri yang berjuang dan melakukannya, namun Prabowo pasti tidak akan duduk diam apalagi duduk manis, beliau akan tenggelam dan timbul bersama rakyatnya.

Jika kampreter dan cebonger sudah tidak ada maka penggantinya mungkin adalah Rakyat Pembela NKRI versus Rakyat Penghianat NKRI , dengan perjuangan yang sama menuntaskan kejahatan dan ketidak adilan demokrasi pilpres 2019 ini. Tidak ada kata tutup buku, apalagi buku sejarah nyata sebuah kejahatan demokrasi oleh para pengacau kebenaran hanya demi kekuasaan semata-mata.

Perjuangan tetap lanjut !! (*)
Loading...
loading...