Demi Dapat Jodoh, Pria Ini Nekat Loncat dari Lantai 4 Mall Pontianak, Ngaku Dengar Bisikan Seseorang

Demi Dapat Jodoh, Pria Ini Nekat Loncat dari Lantai 4 Mall Pontianak, Ngaku Dengar Bisikan Seseorang

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Seorang pria berinisial AR (25) nekat menjatuhkan diri dari lantai 4 Mega Mall Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (25/5/2019).

Bukan untuk bunuh diri, korban ternyata mengaku mendengar bisikan untuk meloncat demi mendapatkan jodoh.

Dikutip dari TribunPontianak.com, aksi pria tersebut sempat menggegerkan pengunjung Mega Mall Pontianak.

Korban yang merupakan warga Kabupaten Kubu Raya, Pontianak ditemukan tergeletak di atas sebuah mobil dengan posisi telentang.

Ia jatuh tepat di atas mobil bagian depan sampai kepalanya membentur kaca depan mobil.

Dijelaskan oleh Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Satriadi, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara tak lama setelah kejadian.

Kompol Anton mengungkapkan bahwa AR nekat loncat dari lantai atas ke ruang parkir Mega Mall Pontianak.

Bukan sengaja menjatuhkan diri untuk mengakhiri hidup, AR mengaku dapat bisikan dari seseorang.

“Berdasarkan interogasi awal yang kita lakukan terhadap AR, dia mengaku mendapat bisikan. Sehingga kemudian melompat dari lantai dua parkir Mega Mall,” ujar Kompol Anton Minggu (26/5/2019).

Jika korban berani melompat dan menjatuhkan diri, dalam bisikan dikatakan ia bisa mendapatkan jodoh.

“Bukan percobaan (bunuh) diri. Karena saat kita tanyakan langsung ke AR, alasannya melompat karena mendapat bisikan. Dia (AR) bilang kalau melompat akan mendapatkan jodoh," jelas Kompol Anton.

Dijelaskan lebih lanjut oleh kepolisian, korban AR memang mengaku banyak fikiran lantaran tak kunjung mendapatkan jodoh.

"Saya tanyakan lagi ke AR, kenapa banyak pikiran, dia bilang karena belum dapat jodoh. Itu interogasi awal kita ya,” jelasnya.

Kondisi Korban

Setelah terjatuh dari lantai atas mall, korban masih bisa diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit.

Korban juga saat ini masih terus mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit.

Ia juga masih menunggu rontgen untuk mengetahui kondisi ogan dalam setelah jatuh membentur mobil.

Tak hanya itu, kondisi atap mobil yang dijatuhi korban juga terlihat rusak parah.

Dijelaskan oleh Kompol Anton, pihak manajemen Mega Mall Pontianak telah berdiskusi dengan pemilik mobil yang jadi media jatuhnya korban.

Meski mobilnya ringsek parah, pemilik mobil ternyata tidak mempermasalahkan masalah tersebut.

“Pemilik mobil tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. Manajemen Mega Mall juga setelah kita komunikasi menyampaikan bahwa akan membantu kerugian yang diakibatkan dalam peristiwa ini,” tandasnya.

Kondisi mobil jenis Honda Mobilio dengan KB 1501 DG dengan atap ringsek

Korban Alami Depresi

Dijelaskan oleh pihak keluarga, korban diketahui sedang mengalami depresi atau masalah kejiwaan dikutip dari TribunPontianak.com.

Korban juga saat ini sedang melakukan pengobatan untuk penyembuhannya.

"Komunikasi kita dengan orang tua AR, diketahui bahwa yang bersangkutan sementara masih dalam proses pengobatan," jelas Kapolsek Pontianak Selatan, Kompol Anton Minggu (26/5/2019).

"Kemarin sempat dibawa ke psikiater dan rumah sakit jiwa. Saat ini masih berobat jalan, untuk riwayat depresi, kami belum bisa pastikan dan belum melihat secara langsung surat keterangan dokter yang menangani AR," katanya.

"Tapi berdasarkan keterangan keluarga, terakhir sempat berobat di psikiater."

Kompol Anton mengungkapkan bahwa korban setiap harinya selalu minta datang ke mall.

Ia biasanya diantarkan oleh orang tuanya.

Korban juga selalu memaksa dan mengancam berangkat sendiri, jika keinginannya datang ke mal tidak dituruti.

“Yang bersangkutan ini tiap hari keinginannya ke mall, Informasi dari keluarga, bisa dua kali dalam sehari dan untuk perginya ini diantar oleh pihak keluarga. Kalau tidak diantar, AR nekat jalan kaki ke mall dari rumah,” jelasnya.

Terkait sistem keamanan Mal, Kompol Anton juga memberikan komentar.

Menurutnya, sistem pengamanan yang ada di Mal lokasi kejadian sudah cukup baik.

Hanya saja kejadian tersebut tidak bisa dihindari lantaran korban sudah nekat ingin menjatuhkan diri.

“Sistem pengamanan saya nilai sudah baik. Cuma kan ada niat dari AR, sehingga celah-celah itu tentu di luar dugaan," ungkap Kapolsek.

"Pagar pengaman area parkir juga sudah cukup tinggi, tapi kalau orang nekat, pagar tinggi sekalipun pasti bisa dilakukan,” jelasnya.[tn]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita