Semakin Jelas yang Bertarung Keamplopan Vs Keumatan
logo

16 April 2019

Semakin Jelas yang Bertarung Keamplopan Vs Keumatan

Semakin Jelas yang Bertarung Keamplopan Vs Keumatan

GELORA.CO - Memasuki masa tenang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan serangan fajar atau politik uang terjadi di hampir semua wilayah Jawa Timur.

Pengamat politik Hendri Satrio memberi perumpamanan untuk fenomena politik uang ini. Hendry menyebutnya sebagai radikalisme demokrasi.

"Gini, sekarang itu memang akhirnya yang bertarung di lapangan keamplopan vs keumatan. Keamplopan itu gimana? Ini mengandalkan suara dari amplop-amplop yang diberikan kepada masyarakat, beli suara, inilah yang disebut radikalisme demokrasi. Sebetulnya ini harus ditinggalkan," jelasnya, Selasa (16/4).

Lain halnya dengan keumatan, menurut Hendri, tidak mempedulikan amplop. Mereka ini yakin pada pemimpinnya.

"Nah kalau keumatan ini jelas mereka-mereka percaya dalam memilih pemimpin. Sehingga tidak perlu diberikan amplop-amplopan, kalau dikasih amplop mereka sumbang lagi ke pemimpin yang mereka inginkan," jelasnya.

Itu sebabnya, di H-1 pemungutan suara Rabu (17/4), masyarakat pemilih harus mewaspadai politik uang.

"Janganlah amplop-amplop, ini money politics, ini adalah radikalisme demokrasi yang sesungguhnya," pungkasnya. [rm]
Loading...
loading...