Polisi Tolak Laporan Dugaan Manipulasi Suara dan Ancaman Keselamatan Prabowo

Polisi Tolak Laporan Dugaan Manipulasi Suara dan Ancaman Keselamatan Prabowo

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -  Aktivis senior Sri Bintang Pamungkas melaporkan dugaan manipulasi daftar pemilih Pemilu 2019 ke Bareskrim Polri. Sayangnya, laporan Sri tidak digubris.

"Kami menunggu ada satu jam lebih ternyata jawabannya satu. Katanya tidak sesuai dengan prosedur, harus ke Bawaslu dulu. Intinya bareskrim tidak mau menerima laporan," kata Sri Bintang di Gedung Bareskrim, Jakarta Pusat, Kamis (4/4).

Sri Bintang datang melapor bersama sejumlah pengacara. Tiba di gedung Bareskrim pukul 14.30 dan keluar sejam kemudian. Ia berpandangan manipulasi melalui penambahan 7 juta suara yang tercatat dalam DPT merupakan pelanggaran. 

Tidak hanya DPT bermasalah, Sri Bintang dan rombongan juga melaporkan dugaan ancaman kesalamatan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Ia mengaitkan ancaman keselamatan Prabowo dengan peristiwa penghadangan pesawat yang ditumpanginya dihadang Sukhoi sehingga gagal mendarat saat hendak kampanye di Banyumas. 

Bantahan yang disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsekal Pertama (Marsma) TNI Novyan Samyoga menurut Sri Bintang tidak cukup.

"Ketika Prabowo mau take off pesawatnya dari Halim, mau ke Banyumas, akhirnya mendarat di Purworkerto. Memang ada setelah itu alasan yang terjadi. Tetapi ini tidak benar," jelas Sri Bintang. [rm]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita