Arief Poyuono: Masyarakat Jangan Terkecoh dengan Lembaga Survei Komersial

Arief Poyuono: Masyarakat Jangan Terkecoh dengan Lembaga Survei Komersial

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono angkat bicara terkait ekspose data quick count sejumlah lembaga survei yang tergabung dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepsi).

Arief menyebutkan, Persepsi adalah lembaga komersial berbentuk perseroan terbatas (PT) yang mencari penghidupan untuk karyawan dan keluarga. 

"Persepsi dapat license dari KPU untuk usaha cari uang dan membuka lapangan kerja di Indonesia saat Pemilu dan Pilkada," kata Arief dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (20/4). 

Arief menambahkan, Persepsi tak ubahnya lembaga polling opini di Amerika Serikat yang pernah memprediksi kemenangan Hillary Clinton dalam Pilpres AS tahun 2016 silam. Pasalnya, menurut Arief lembaga survei di AS, sama halnya dengan lembaga survei dalam negeri, ketika salah prediksi akan beralasan macam-macam agar 'dagangannya' tetap laku.

Namun, Arief menyebut ada perbedaan antara Persepsi dengan lembaga polling di AS.  

"Bedanya kalau di Amerika Serikat lembaga survei polling opini tidak pernah mau diundang ke White House oleh Presiden incumbent atau Capres Hillary Clinton," terangnya.

Arief Poyuono mengatakan, hal itu ia ungkap agar masyarakat lebih mengerti dan tidak terkecoh dengan hasil hitung cepat lembaga survei yang ada di Persepsi. 

"Ini Saya sampaikan kepada masyarakat agar mengerti dan tidak salah persepsi terhadap Lembaga Survei quick count di Indonesia yang mencoba mengais rejeki dari pesta demokrasi," ujarnya lagi. 

Lebih lanjut, Arief menjelaskan proses perhitungan internal Tim Prabowo-Sandi. Menurutnya, data C1 telah terkumpul hampir 88,9 persen dari total TPS di seluruh Tanah Air. 

"Hasilnya Prabowo-Sandi unggul dengan 62,2 persen dan Joko Widodo-Maruf Amin 36,3 persen, dan suara rusak 1,5 persen," pungkasnya. 

Diwartakan sebelumnya, Persepsi menggelar ekspose data quick count menjawab keraguan banyak pihak atas hasil hitung cepat yang mereka lakukan dalam Pilpres 2019. Diketahui, lembaga-lembaga survei ini menempatkan Paslon 01 sebagai pemenang dengan perolehan 54-55 persen suara. [rm]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita