Rocky Gerung Sedot Perhatian Pendukung Prabowo-Sandi di Kuala Lumpur
logo

25 Februari 2019

Rocky Gerung Sedot Perhatian Pendukung Prabowo-Sandi di Kuala Lumpur

Rocky Gerung Sedot Perhatian Pendukung Prabowo-Sandi di Kuala Lumpur

GELORA.CO - Aktivis dan akademisi Prof Rocky Gerung menyedot perhatian pendukung paslon pilpres 02 Prabowo-Sandi dalam diskusi Relawan Prabowo-Sandiaga Pas Di Hati (Prasasti) di Hotel Tamu, Kampung Baru, Kuala Lumpur, Minggu (24/2/2019) malam.

Rocky tampil dengan membawakan tema "Kriteria Pemimpin Yang Mempererat Persatuan Bangsa" dengan moderator Ketua Sinergi Padi Indonesia, Ryan Friedman SIP MA Tesol Cert yang juga datang dari Jakarta.

Ikut mendampingi Rocky di panggung Ketua Prasasti Hj. Merry Andani yang juga mantan penyanyi dari Indonesia dan Presiden Aceh Community Datuk Mansyur Usman yang juga Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa pada Pemilu 2014.

Diskusi yang diselenggarakan oleh relawan yang sepenuhnya beranggotakan wanita atau emak-emak ini berlokasi di Ballroom 1 dan 2, Tamu Hotel & Suites, Kuala Lumpur.

Seluruh kursi yang berada di dua buah ballroom tersebut terisi dengan penuh dan padat dengan lebih dari 600 peserta, bahkan banyak peserta yang harus duduk secara lesehan karena tidak mendapat jatah kursi.

Hadir seluruh ketua partai koalisi perwakilan luar negeri pendukung pasangan calon 02, pelajar dari berbagai universitas, seluruh komunitas relawan 02, baik dari Kuala Lumpur maupun yang datang jauh dari Pulau Pinang, ekspatriat, paguyuban kedaerahan.

Selain itu hadir Koordinator Fungsi Politik KBRI Kuala Lumpur, Agus Badrul Jamal selaku undangan.

Rocky dalam ceramahnya mengatakan dari Kuala Lumpur dirinya ingin melakukan perubahan, dan perubahan menjadi komitmennya sehingga bisa hadir di tengah-tengah warga Indonesia di Kuala Lumpur.

"Akal sehat bukan hanya sampai 17 April 2019, tetapi setelah itu. Jadi akal sehat adalah sebuah peradaban. Kalau Kuala boleh berlumpur, tapi akal itu tidak boleh berlumpur," ujar Rocky.

Ketua Umum Prasasti Malaysia, Hj. Merry Andani mengatakan melalui diskusi ini diharapkan dapat memberikan sebuah perspektif baru tentang bagaimana memilih pemimpin yang dapat menyatukan bangsa sehingga konflik di "grass root" antarpendukung kedua capres bisa diakhiri. 


 (*)
Loading...
loading...