Praktisi Hukum: Hati-hati Pakai Istilah 'Perang Total', Bisa Dilawan Umat dengan 'Jihad Qital'
logo

15 Februari 2019

Praktisi Hukum: Hati-hati Pakai Istilah 'Perang Total', Bisa Dilawan Umat dengan 'Jihad Qital'

Praktisi Hukum: Hati-hati Pakai Istilah 'Perang Total', Bisa Dilawan Umat dengan 'Jihad Qital'


GELORA.CO - Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) yang juga Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Moeldoko, menggunakan istilah “perang total” untuk menggambarkan kesiapan TKN Jokowi-Maruf menghadapi saat-saat akhir Pilpres 2019.

Penggunaan istilah “perang total” ini ditanggapi beragam, mulai dengan sindiran hingga tanggapan serius. 

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menilai, pernyataan Moeldoko soal perang total adalah contoh orang-orang panik lantaran elektabilitas tak kunjung naik. 

"Sama kaya calon presidennya (Jokowi) yang panik juga, berimbas kepada anak buahnya panik juga. Perang total lah, genderuwo lah, sontoloyo lah, propaganda Rusia lah, konsultan asing lah," ujar Andre seperti dikutip tempo (14/02).

Andre pun meminta Moeldoko untuk mundur dari KSP jika memang mau perang total. "Pak Moeldoko ini kan orang Istana ya? KSP ya? Kalau mau perang total, berhenti dulu deh jadi kepala KSP," kata Andre.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah sepakat dengan permintaan Andre Rosiade yang meminta Moeldoko mundur dari kursi Kepala KSP. 

“Setuju... Uang rakyat dan jabatan publik tidak boleh dipakai perang total memperebutkan jabatan...silahkan pakai fasilitas tim sukses..jangan pakai fasilitas negara...,” tegas Fahri di akun  @Fahrihamzah.

Sementara politisi Partai Demokrat Andi Arief menanggapi santai penggunaan istilah perang total ala Moeldoko itu. “Dewan Keamanan PBB harus segera turun ke Indonesia, karena akan ada Perang total,” sindir mantan staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini di akun Twitter @AndiArief__.

Sedangkan praktisi hukum Dusri Mulyadi menanggapi serius istilah perang total Moeldoko. Dusri meminta TKN Jokowi-Maruf berhati-hati menggunakan istilah “perang total”. 

“Tiati pake istilah "Perang Total"..karena lawan kalian itu Umat yang cinta agamanya..mereka bisa pake istilah yang sama dengan nama yang beda, "Jihad Qital”. Kalo seruan itu keluar, habis kalian,” tulis Dusri di akun @dusrimulya.

(*)

Loading...

Komentar Netizen

loading...