Mahasiswi Jual Keperawanan Rp8 juta untuk Biaya Kuliah, Ujungnya Terjerat Prostitusi Online
logo

13 Februari 2019

Mahasiswi Jual Keperawanan Rp8 juta untuk Biaya Kuliah, Ujungnya Terjerat Prostitusi Online

Mahasiswi Jual Keperawanan Rp8 juta untuk Biaya Kuliah, Ujungnya Terjerat Prostitusi Online

GELORA.CO - Para wanita yang dipekerjakan Agus Supriadi (33) sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) online berasal dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswi. Hal ini seperti yang diakui oleh NJ (20) Mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Cirebon.

Dia mengaku dirinya berasal dari Indramayu dan dirinya merupakan wanita yang hendak diantar pelaku Agus ke Batam. Dimana pada saat baru tiba korban dan pelaku ditangkap aparat dari Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri di perumahan Puri Selebrity 3 pada Sabtu (9/2/2019) sore.

"Saya ngekos di Cirebon, karena ada masalah keuangan dan gaya hidup jadi Saya nyari uang instan dengan googling mencari pekerjaan PSK dan dapat web Agus ini," ujarnya.

Kemudian, dia dihubungi lewat WhatsApp dan dirinya mengaku mencerita semuanya pada AS bahwasanya dia butuh uang untuk kuliah dan lainnya. Pelaku juga cerita masih perawan pada AS dan beberapa hari yang lalu AS menjemputnya ke Cirebon. "Agus datang dari Tegal Jawa Tengah, Saya dibayarin tiketnya ke Jakarta dan sampai Jakarta Saya dijual Rp8 juta karena masih perawan," ujarnya.

Kemudian dia mengaku juga dipakai juga sama Agus, dimana saat itu pelaku beralasan ingin mengajarkan cara cara melayani tamu pada NJ. "Saya dipakai, katanya biar tahu cara melayani pelanggan," sebutnya.

Dia mengaku setelah itu, dirinya yang dalam kondisi haid dikasi pil norelut norethusterone untuk penunda haid dan pencegah kehamilan. Kemudian dia dijual lagi di Jakarta dengan Mr L meski dirinya menolak karena tidak sesuai perjanjian. "Janjinya sudah jual perawan langsung pulang, tapi dia bilang Saya ada yang booking lagi," ujarnya.

Kemudian dirinya dibooking lagi dari tanggal 8 Februari ke tanggal 9 Februari. Kemudian ada order lagi di Batam dan Sabtu tanggal 9 ke Batam berangkat naik Batik Air di Batam, sampai 16.40 WIB di Batam. "Sampai sini kami ditangkap, baru sampai," pungkasnya. [SN]
Loading...
loading...