Jokowi Janji Upayakan Angkat Penyuluh Pertanian Jadi ASN, Namun Sang Menteri Bilang Begini
logo

5 Februari 2019

Jokowi Janji Upayakan Angkat Penyuluh Pertanian Jadi ASN, Namun Sang Menteri Bilang Begini

Jokowi Janji Upayakan Angkat Penyuluh Pertanian Jadi ASN, Namun Sang Menteri Bilang Begini


GELORA.CO - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji segera mengkaji aturan tentang pengangkatan Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Jokowi mengaku akan memanggil Menteri Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin untuk membahas aturan tersebut.

"Besok saya akan panggil Menpan peluangnya seperti apa, kalau nanti peluangnya memang ada dan tidak menabrak undang-undang nanti saya undang semuanya 17 ribu THL tenaga bantu penyuluh pertanian," kata Jokowi saat bertemu dengan THL-TBPP seluruh Indonesia di GOR Jatidiri Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2) sebagaimana dilansir CnnIndonesia.

Namun demikian, calon presiden nomor urut 01 itu belum bisa berjanji akan langsung mengangkat para THL-TBPP kontrak menjadi ASN. Menurut Jokowi, dirinya perlu mempelajari terlebih dahulu payung hukum yang menaungi para tenaga penyuluh pertanian kontrak tersebut.

"Jadi saya tidak bisa ngomong langsung menyenangkan. Tidak bisa. Saya harus berbicara masalah prosedur yang harus kita lalui," ujarnya.

Namun ternyata, Senin (4/2/2019): Menteri Syafruddin Tegaskan Penyuluh Pertanian Tak Bisa Jadi PNS

Pemerintah memutuskan, menerima aspirasi sekitar 17 ribu penyuluh pertanian, yang meminta diangkat. Namun bukan sebagai pegawai negeri sipil (PNS), melainkan melalui proses penerimaan Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Harapan penyuluh pertanian ini, disampaikan pada Minggu 3 Februari 2018, saat bertemu Presiden Jokowi di Semarang Jawa Tengah. Presiden tidak bisa memberi garansi langsung, dan berjanji akan langsung membahas hal itu dengan menteri terkait pada Senin pagi tadi.

"Untuk PPPK, bukan PNS. Karena umurnya," ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Syafruddin, saat dihubungi, Senin 4 Februari 2019 sebagaimana dilansir VIVA.

Para penyuluh ini, akan dijaring melalui seleksi yang direncanakan dilakukan pada Februari 2019 ini. Bersamaan dengan bidang lain seperti tenaga kesehatan dan pendidik.
[cnn/viva/prc]

Loading...

Komentar Netizen

loading...