Janji 100 Hari Pertama Prabowo: Harga Daging, Telur Dan Ayam Turun

Janji 100 Hari Pertama Prabowo: Harga Daging, Telur Dan Ayam Turun

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menyatakan sangat memahami kebutuhan dan kesulitan emak-emak dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga setiap hari. Menurut dia, harga kebutuhan pokok saat ini sulit terjangkau bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menemui ratusan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) dan relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API) di kediamannya di Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/2).

"Ibu yang dari FKMT (forum komunikasi majlis taklim) tadi saya nangkap sudah harapannya, pokoknya perintah emak-emak saya sudah tangkap, emak-emak minta harga daging turun, harga beras turun, harga gula turun, harga telur turun, harga ayam turun, minta harga listrik turun, betul?" ungkap Prabowo.

Prabowo menegaskan dirinya bersama Sandiaga Uno akan berjuang sekuat mungkin untuk menurunkan harga kebutuhan pokok sebelum seratus hari pertama usai dilantik menjadi presiden dan wakil presiden.

"Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insya Allah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunin dalam 100 hari pertama. harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan," tegas Prabowo disambut gemuruh tepuk tangan dan takbir hadirin.

Untuk menurunkan harga tarif dasar listrik (TDL), Prabowo dalam keterangan yang diterima redaksi, mengatakan dirinya dan Sandiaga membutuhkan waktu kurang lebih 18 bulan setelah dilantik menjadi presiden dan wakil presiden. Sebab, ada beberapa faktor yang membutuhkan waktu untuk bisa menurunkan harga TDL.

"Untuk harga listrik mungkin kita butuh lebih lama lagi. Karena sudah dibikin agak kacau selama ini, tapi mungkin kita ya 18 bulan bisa lah kira-kira. Insya Allah 18 bulan," tutur Prabowo.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu optimis rencana penurunan harga kebutuhan pokok bisa dilakukan sebab dirinya memiliki pengalaman memimpin koperasi yang bisa menjual kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau di tengah pemerintah tidak bisa menekan lonjakan harga.

"Kalau soal harga daging itu saya punya pengalaman saya mimpin koperasi, sekitar Rp 84.000 per kilo itu sudah untung kita. Berarti ada yang ambil untung kebanyakan ini, jadi apalagi kalau dagingnya dari India. Daging dari India itu daging kerbau, daging kerbau itu harusnya bisa Rp 70.000. Jadi saya kalau harga daging, harga telur, harga ayam itu kita akan kita optimistis, untuk harga listrik kita butuh waktu kurang lebih 18 bulan," paparnya. [rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita